// <![CDATA[RANCANGAN PRODUK SEPATU KERJA WANITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING.]]> 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 SILFI BADRIATI RACHMAN/13-2004-059 Penulis
Adanya persaingan sepatu kerja wanita ini maka dibutuhkan desain yang indah, anggun, serta menarik dan untuk membuat desain seperti itu dibutuhkan proses yang lama untuk perancangan dan pembuatannya. Tetapi tidak hanya desain yang menjadi acuan sebagai persaingan, kenyamanan dan keamanan penggunaan sepatu pun dapat mempengaruhi persaingan produk tersebut. Perbaikan desain dan pengaruh kenyaman dan keamanan penggunaan sepatu kerja wanita tersebut menjadi sebuah alasan untuk membuat sebuah perancangan produk yang dapat memenuhi kedua permasalahan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan rancangan produk sepatu kerja wanita dengan menggunakan metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Pada perancangan produk, salah satu alat analisis yang dapat digunakan adalah Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). TRIZ merupakan metode perancangan dan pengembangan produk yang berfokus pada produk yang ada saat ini dan menggunakan tabel kontradiksi guna membuat rancangan desain produk sepatu kerja wanita yang baru. Pada metode ini masalah yang timbul dapat diselesaikan dengan membangkitkan kontradiksi yang terjadi pada rancangan produk sepatu kerja wanita yang sudah ada. Kontradiksi ini timbul karena adanya sifat yang merugikan dari fitur yang akan ditingkatkan pada produk sepatu kerja wanita. Pemecahannya adalah dengan membuat tabel kontradiksi yang dibuat oleh Genrikh Altshuller. Pada tabel tersebut terdapat parameter-parameter pengembangan produk serta kontradiksi yang mungkin timbul ketika akan dilakukan pengembangan produk serta prinsip-prinsip yang direkomendasikan Altshuller untuk sebuah pengembangan produk. Langkah-langkah perancangan dengan menggunakan metode TRIZ ini diawali dengan mengidentifikasi masalah dengan membuat Innovation Situation Questionnaire (ISQ). ISQ ini adalah sebuah kuesioner untuk mengetahui kondisi produk yang ada saat ini. Setelah mengidentifikasi masalah, hal yang dilakukan adalah memformulasikan masalah yang terjadi dengan membuat situasi model, pernyataan masalah, dan menentukan arahan dasar yang terpilih. Selanjutnya adalah memecahkan masalah dengan membuat tabel matriks kontradiksi. Langkah terakhir untuk mendapatkan sebuah hasil rancangan adalah membuat alternatif rancangan dengan menggunakan prinsip-prinsip Altshuller yang terpilih yang diperoleh dari tabel matriks kontradiksi, lalu memilih satu dari alternatif tersebut. Pada penelitian mengenai rancangan produk sepatu kerja wanita dengan menggunakan metode TRIZ ini terdiri dari tiga alternatif rancangan. Alternatif rancangan A, B, dan C. Alternatif ini dibuat mengacu pada penggunaan prinsip terpilih dari prinsip yang direkomendasikan Altshuller dari tabel matriks kontradiksi. Alternatif rancangan yang terpilih berdasarkan tabel penilaian konsep adalah alternatif rancangan A. Alternatif rancangan A dipilih karena memiliki nilai tertinggi dengan bobot. Spesifikasi rancangan ini adalah berat sepatu 0,5 kg dengan panjang alas sepatu 250mm, tinggi hak sepatu 55mm, diameter hak sepatu 10mm, lebar tapak tengah 72,80mm, lebar tapak atas (muka) 40mm, lebar tapak bawah 57,55mm. Acuan dasar dari alternatif ini adalah penggunaan prinsip yang direkomendasikan dengan spesifikasi berdasarkan kebutuhan konsumen akan produk sepatu kerja wanita. Alternatif yang terpilih ini telah mengakomodasi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui tabel spesifikasi produk.