// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN STUDIO FOTO DENGAN MENGGUNAKAN METODA FUZZY QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT ( FUZZY QFD ).]]> IKE FITRIYANI / 13.2002.017 / TI Penulis 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Usaha jasa layanan studio foto baik dahulu maupun saat ini memiliki prospek yang baik, hal ini dapat terlihat pada minat masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Bandung pada khususnya yang selalu ingin mengabadikan moment-moment tertentu melalui foto. Seiring dengan perkembangan teknologi yang lebih baik dari teknologi sebelumnya, teknologi pemotretan juga mengalami perkembangan , yang dapat dilihat dari penggunaan foto digital. Dengan perkembangan tersebut, banyak studio foto yang menawarkan layanan terbaik dan dianggap telah memenuhi keinginan konsumen sehingga menyebabkan ketatnya persaingan. Papyrus Foto merupakan salah satu penyedia jasa layanan pemotretan yang berusaha menciptakan layanan terbaik. Melihat ketatnya persaingan, Papyrus Foto perlu meningkatkan kualitas layanan dari studio foto yang dimiliki dengan mengetahui kebutuhan konsumen saat ini. Hal ini dimaksudkan agar Papyrus Foto dapat memberikan kepuasan kepada konsumen dan bisa meningkatkan daya saing. Peningkatan kualitas layanan jasa studio foto dapat dilakukan dengan membandingkan objek penelitian dengan beberapa studio foto pesaing yaitu Jonas Photo dan Seruni Merdeka Photo. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan beberapa kuesioner menggunakan teknik Sistematika Random Sampling. Metoda yang digunakan dalam penentuan usulan penelitian ini memanfaatkan konsep Lima Dimensi Kualitas Jasa dari Parasuraman dimana kelima dimensi kualitas jasa tersenut adalah Tangible (Kemampu-nyataan), Reliability (Keterandalan), Responsiveness (Tanggapan), Assurance (Jaminan) dan Empathy (Perhatian). Dari kelima dimensi kualitas jasa tersebut akan menghasilkan atribut-atribut layanan studio foto yang kemudian digunakan metoda Quality Function Deployment (QFD) yang merupakan metoda perancangan produk yang terstruktur dan juga merupakan metoda pengembangan yang memungkinkan tim pengembang pada suatu perusahaan menjelaskan spesifikasi keinginan dan kebutuhan pelanggan sehingga mereka dapat dievaluasi kelebihan dan kekurangan dari setiap produk atau jasa yang ditawarkan. Proses QFD tradisional meliput berbagai input dalam bentuk data linguistik seperti persepsi manusia, penilaian dan evaluasi tingkat kepentingan dan kekuatan hubungan yang biasanya memiliki arti yang ambigu dan tidak pasti. Data linguistik tersebut dapat diubah menjadi lebih pasti atau lebih tepat dengan bantuan Fuzzy QFD.