MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI KOMPONEN SINGLE SUPLIER BERDASARKAN JADWAL PERAWATAN GABUNGAN.
Salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan mesin adalah karena kerusakan yang terjadi pada komponen mesin. Kerusakan komponen mesin akan mengakibatkan penurunan kinerja mesin. Tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi penurunan kinerja mesin adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Pada penelitian ini, Perawatan dilakukan pada mesin yang memiliki lebih dari satu komponen (multi komponen). Kerusakan komponenn tersebut terjadi secara acak dan bersifat probabilistik. Komponen yang diteliti bersifat nonreparable, yaitu komponen yang tidak dapat diperbaiki, bila terjadi kerusakan maka komponen tersebut harus diganti. Perawatan dilakukan secara bersamaan (group maintenance), hal ini disebabkan perawatan dilakukan terhadap mesin yang memiliki lebih dari satu komponen dan pemeriksaan secara berkala dengan tujuan meminimasi total ongkos perawatan.
Berdasarkan sifat komponen tersebut, maka alternatif kebijakan perawatan yang terjadi yaitu do nothing (mempertahankan komponen lama) dan replacement (mengganti komponen lama dengan komponen yang baru). Pada titik-titik inspeksi yang menghasilkan keputusan replacement, komponen tersebut harus diganti sehingga perlu pengalokasian komponen baru untuk mengganti komponen yang lama. Apabila komponen baru tidak tersedia maka mesin akan mengalami breakdown lebih lama sedangkan kelebihan komponen yang disimpan akan mengakibatkan ongkos simpan tinggi dan inventory turn over menjadi kecil sehingga komponen menjadi persediaan yang tidak memiliki nilai guna. Oleh sebab itu, diperlukan sistem pengendalian persediaan berdasarkan perawatan pencegahan gabungan selama horizon interval perencanaan perawatan.
Pengembangan model dilakukan dalam dua tahapan, pertama yaitu tahap penentuan jumlah masing-masing komponen yang akan diganti selama horizon perencanan perawatan, untuk menentukan demand komponen. Jumlah komponen yang diganti ditentukan dengan mengunakan teknik pemrograman dinamis probabilistik dengan menghitung total biaya optimal secara mundur (backward procedure). Penggantian komponen diperoleh dari keputusan replacement dari setiap titik inspkesi (stage) selama horizon perencanaan. Tahap yang kedua yaitu formulasi berdasarkan model ke satu untuk menentukan sistem pengendalian persediaan multi komponen independent pada single suplier dengan minimasi ongkos total. Kriteria model sistem pengendalian persediaan ini adalah kuantitas pemesanan dan frekuensi pemesanan optimal dengan kriteria ekpektasi minimasi total ongkos persediaan dalam suatu interval perencanaan perawatan.
Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji melalui dua tahap. Tahap pertama pengujian pada data hipotesis untuk mengetahui kerja model sedangkan tahap kedua adalah pengujian pada data sintesis untuk mengetahui kerja model terhadap studi kasus dan uji analisis sensitivitas. Dari hasil uji sensitivitas diperoleh perubahan solusi optimal berupa perubahan keputusan di titik inspeksi, pengaruh dari nilai parameter skala, ongkos replace, ongkos kehilangan keuntungan pada sistem perawatan. Sedangkan dari sistem persediaan perubahan kuantitas (jumlah) pemesanan, pengaruh dari nilai parameter ongkos simpan dan ongkos pemesanan. Dengan perubahan nilai parameter akan merubah solusi optimal yang dihasilkan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI KOMPONEN SINGLE SUPLIER BERDASARKAN JADWAL PERAWATAN GABUNGAN. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI KOMPONEN SINGLE SUPLIER BERDASARKAN JADWAL PERAWATAN GABUNGAN. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
MLA Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI KOMPONEN SINGLE SUPLIER BERDASARKAN JADWAL PERAWATAN GABUNGAN. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
Turabian Style
.MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI KOMPONEN SINGLE SUPLIER BERDASARKAN JADWAL PERAWATAN GABUNGAN. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text