<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2554">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MODEL OPTIMISASI PERANCANGAN LINTASAN PERAKITAN PARALEL DENGAN KRITERIA MINIMISASI CYCLE TIME DAN MINIMISASI JUMLAH OPERATOR.]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DICKY RAHMAD YULIAN / 13.2004.142 / TI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2009]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perakitan adalah sebuah proses bagian rakitan, dan komponen yang disatukan bersama untuk menghasilkan produk akhir. Keseimbangan lintasan perakitan mungkin hanya satu dari masalah klasik di industri. Pada masalah keseimbangan lintasan klasik, pekerjaan perakitan dibagi ke dalam elemen kerja. Sebuah jaringan precedence dibentuk untuk mengidentifikasikan proses perakitan dari tiap elemen kerja. Tujuannya adalah untuk menempatkan sejumlah elemen kerja ke beberapa stasiun kerja yang memungkinkan, sehingga waktu antar stasiunnya akan tidak berbeda jauh. Setiap stasiun diperbolehkan untuk menyelesaikan pekerjaannya pada selang waktu yang disebut cycle time (CT), sehingga waktu untuk setiap stasiun kerja tidak boleh melebihi cycle time. Setelah didapatkannya waktu stasiun kerja yang terbesar maka kecepatan rata-rata perakitan atau assembly rate-nya akan diperoleh. Seiring dengan banyaknya jumlah permintaan akan suatu produk, sebuah perusahaan dalam proses pembuatan produknya akan selalu berusaha untuk memenuhi permintaan. Demikian juga dengan perusahaan yang memiliki lintasan perakitan, untuk dapat memenuhi jumlah produk yang harus dirakit dalam jangka waktu tertentu mengharuskan perusahaan untuk menambah jumlah lintasan perakitannya. Sehingga satu jenis produk dirakit ke dalam beberapa lintasan perakitan sekaligus atau disebut lintasan perakitan paralel.
Penelitian ini merupakan pengembangan model, yaitu model optimisasi keseimbangan lintasan perakitan yang dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah model optimisasi keseimbangan lintasan perakitan dan pengalokasian operator di setiap stasiun kerja dengan kriteria minimisasi cycle time. Pada tahap ini dilakukan keseimbangan lintasan perakitan tunggal dan penentuan jumlah operator yang ideal untuk dialokasikan pada setiap stasiun kerja secara simultan. Tahap kedua adalah optimisasi konfigurasi dan jumlah lintasan pada lintasan perakitan paralel. Tahap ini menghasilkan konfigurasi dan jumlah lintasan yang dapat memenuhi tingkat permintaan (demand rate), berdasarkan data stasiun kerja dan jumlah operator yang telah ditentukan pada tahap pertama. Pengujian model dimaksudkan agar dapat melihat kemampuan model dalam menyelesaikan masalah perancangan lintasan perakitan paralel dengan kriteria minimisasi cycle time. Pengujian model ini dilakukan menggunakan skenario dan set data dari Suer (1998). Hal ini dilakukan untuk membandingkan perbedaan pembagian elemen kerja dan waktu siklus yang dihasilkan oleh penelitian ini. Solusi yang didapat merupakan optimal lokal karena pada tiap tahap penyelesaiannya memberikan solusi optimal. Tahap pertama memberikan solusi optimal dari data stasiun kerja dan jumlah operator, sedangkan untuk tahap kedua memberikan solusi optimal untuk perancangan lintasan perakitan paralel.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[lintasan, paralel, cycle time]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1075TI/09]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1075TI/09]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1075TI/09]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17621" url="" path="/132004142_1075TI-09.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MODEL OPTIMISASI PERANCANGAN LINTASAN PERAKITAN PARALEL DENGAN KRITERIA MINIMISASI CYCLE TIME DAN MINIMISASI JUMLAH OPERATOR.]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2554]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-09-19 14:21:10]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>