// <![CDATA[MODEL FORMULASI BIAYA OPERASIONAL JURUSAN SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN BIAYA KULIAH DI ITENAS.]]> SUGIYATNO / 13.2004.153 / TI Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2
Itenas merupakan perguruan tinggi yang ada di Bandung. Itenas menyediakan jasa pendidikan dengan tujuan menghasilkan lulusan berwawasan luas, beretika dan berkemampuan melestarikan makna budaya nasional dalam menjawab kebutuhan bangsa dan negara, sehingga menghasilkan lulusan sarjana yang berkualitas dengan pelayanan terbaik dan dengan biaya kuliah yang mudah terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Saat ini Itenas memiliki tiga belas jurusan, dimana setiap jurusan memiliki perbedaan aktivitas. Selain perbedaan aktivitas, terdapat perbedaan jumlah mahasiswa yang akan berdampak pada perbedaan biaya operasional pada masing-masing jurusan sehingga perlu pengalokasian biaya terhadap aktivitas-aktivitas yang dilalui oleh masing-masing jurusan. Seperti juga perguruan tinggi swasta lainnya, Itenas memperoleh sumber pembiayaan hanya dari pembayaran kuliah, sehingga pemasukan dari uang kuliah tersebut harus dapat menutupi seluruh biaya operasional Institut. Dalam hal ini Itenas harus tepat dalam menentukan besarnya biaya kuliah. Untuk itu perhitungan biaya operasional disetiap jurusan diharapkan dapat membantu sebagai dasar dalam penentuan biaya kuliah. Metoda Activity Based Costing merupakan suatu konsep dasar perhitungan biaya dengan dasar pemikiran bahwa produk dihasilkan melalui aktivitas dan aktivitas digunakan untuk menghitung biaya. Metoda ini berguna untuk menelusuri aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya dalam proses pembuatan suatu jenis produk dan jasa. Dengan metoda ini juga dapat ditelusuri aktivitas yang sekiranya kurang efisien. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan disusun sebuah model formulasi penentuan biaya operasional kuliah di Itenas dengan menggunakan metoda Activity Based Costing. Model formulasi biaya operasional yang disusun dapat digunakan sebagai dasar penentuan biaya kuliah. Sebagai contoh perhitungan biaya operasional pada jurusan Teknik Industri dengan menggunakan model formulasi ini diperoleh sebesar Rp. 4.547.948,32. Dengan cara yang sama perhitungan dengan menggunakan model formulasi ini untuk jurusan Teknik Informatika diperoleh biaya operasional sebesar Rp.6.206.331,42. Perbedaan biaya ini disebabkan oleh perbedaan terhadap jumlah mata kuliah, kelas paralel, dan jumlah mahasiswa. Biaya operasional jurusan yang telah dihitung ini belum termasuk perhitungan pengeluaran terhadap aset Itenas dan biaya praktikum pada masing-masing jurusan. Berdasarkan perhitungan biaya operasional disetiap jurusan di Itenas maka pihak manajemen Itenas dapat memperkirakan besarnya uang kuliah yang berlaku untuk suatu angkatan tertentu.