// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC HUMAN ERROR REDUCTION AND PREDICTION APPROACH ( SHERPA ).]]> YOPI MAHENDRIK / 13.2004.106 / TI Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Small Scale Manufacturing Laboratory (SSML) merupakan salah satu fasilitas di Jurusan Teknik Industri yang menyediakan mesin-mesin produksi. Mesin-mesin tersebut harus dapat dioperasikan dengan baik agar kualitas produk yang dihasilkan sesuai, mesin-mesin terhindar dari kerusakan dan operator terhindar dari risiko kecelakaan kerja. Saat ini, SSML digunakan oleh 2 (dua) pihak yaitu operator proyek dan Laboratorim Proses Produksi Teknik Industri Itenas. Operator proyek merupakan tenaga ahli yang sudah dapat menggunakan mesin-mesin di SSML dengan baik sehingga dapat menghindari risiko kecelakaan kerja, sedangkan Laboratorium Proses Produksi menggunakan SSML untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Itenas. Pada tahun pertama penggunaan SSML oleh Laboratorium Proses Produksi, terjadi kondisi yang tidak diinginkan yaitu terjadinya cidera kerja yang didapatkan oleh operator mesin. Cidera kerja yang dialami adalah terlukanya salah satu bagian tubuh oleh salah satu bagian dari mesin, peralatan yang digunakan dan geram yang dihasilkan. Kondisi tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kelalaian manusia (human error). Penyebab human error yang terjadi dikarenakan tidak dijalankannya prosedur yang telah ada yang disebabkan oleh kelalaian dari operator mesin. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan identifikasi human error menggunakan metode SHERPA. Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) merupakan metode identifikasi human error terbaik setelah diperbandingkan dengan metode identifikasi human error lainnya berdasarkan kriteria kelengkapan, struktur dan konsistensi, tingkat pengaplikasian daur hidup, keakuratan prediksi, validitas teoritis, validitas konstektual, fleksibilitas, kegunaan, sumber daya yang digunakan, kemudahan penggunaan, dan kemampuannya untuk diaudit (Kirwan, 1992). Langkah-langkah dalam membuat SHERPA adalah membuat Hierarchical Task Analysis (HTA), mengklasifikasikan tugas, mengidentifikasi human error, memprediksi akibat yang mungkin terjadi, melakukan analisis pemulihan, menentukan peluang terjadinya error, menentukan tingkat kekritisan, dan membuat strategi perbaikan. Output dari SHERPA berupa strategi perbaikan yang diantaranya dapat dilakukan dengan merancang atau memperbaiki peralatan, pelatihan, prosedur, dan organisasi. Peralatan, pelatihan dan organisasi di Laboratorium Proses Produksi sudah cukup baik, sedangkan untuk aspek yang berhubungan dengan prosedurnya masih harus diperbaiki. Strategi perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimasi error yang mungkin terjadi sehingga dapat terhindar dari risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil pengolahan data SHERPA untuk mesin las listrik DC, mesin milling, dan mesin bubut didapatkan strategi perbaikan berupa form checklist dan display. Form checklist dirancang sebagai alat pengecekan bagi asisten Laboratorium Proses Produksi dalam memeriksa dan menyiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan dalam menggunakan setiap mesin. Terdapat 3 (tiga) buah form checklist yang diusulkan yaitu form checklist untuk mesin las listrik DC, mesin milling, dan mesin bubut. Display yang dibuat adalah berupa poster yang digunakan untuk mengingatkan operator mesin tentang hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam menggunakan mesin. Poster yang diusulkan yaitu poster penggunaan jas lab, poster pengaturan besarnya arus listrik, poster safety prosedure mesin las listrik DC, poster instalasi mesin las listrik DC, poster safety prosedure mesin milling, dan safety prosedure mesin bubut. Usulan perbaikan berupa form checklist dan poster ini dilengkapi dengan prosedur yang baik untuk melakukan pemeriksaan dan operasi yang berhubungan dengan form checklist dan poster tersebut. Usulan perbaikan ini diberikan kepada Small Scale Manufacturing Laboratory agar dapat meminimasi error yang mungkin terjadi sehingga dapat terhindar dari risiko kecelakaan kerja pada kerja di setiap mesinnya.