// <![CDATA[KEBIJAKAN SISTEM PERSEDIAAN UNTUK PRODUK YANG MENGALAMI DETERIORASI DI PD. SINTA MEKAR KANGGARA.]]> FANNY WIENDA NADIA / 13.2004.004 / TI Penulis 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Persediaan suatu produk sangat penting untuk menjamin kelancaran pemenuhan permintaan terhadap konsumen yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Keberadaannya di satu sisi dianggap sebagai pemborosan, tetapi di sisi lain juga dianggap sebagai asset yang sangat diperlukan. Kekurangan persediaan akan menimbulkan kerugian lost sales. Kelebihan persediaan akan menimbulkan pemborosan akibat adanya penyimpanan sehingga timbul biaya simpan. Pemborosan biaya akan semakin meningkat apabila terjadi kelebihan persediaan pada produk yang mengalami laju deteriorasi yang disebabkan akibat kekeringan, kerusakan, busuk, penguapan atau adanya faktor batasan umur produk-produk tersebut dapat dikonsumsi. PD. Sinta Mekar Kanggara merupakan perusahaan dagang yang melayani pembelian produk berupa buah-buahan impor. Buah-buahan impor yang tersedia memiliki laju deteriorasi serta umur yang berbeda-beda. Buah yang mengalami peningkatan laju deteriorasi paling cepat serta umur paling singkat adalah Anggur. Saat ini perusahaan menerapkan jumlah pemesanan produk kepada supplier selalu sama yaitu 200 karton setiap kali pesan pada masing-masing jenis buah Anggur. Padahal setiap jenis buah Anggur memiliki jumlah permintaan yang berbeda dan jumlah produk rusak yang berbeda setiap harinya sehingga berdampak terhadap laju deteriorasi yang juga berbeda pula. Pada penelitian ini jumlah pemesanan optimal (Q*) ditentukan menggunakan rata-rata permintaan yang datang hasil pengujian teknik ANOVA serta penggunaan proporsi (P) untuk memperkirakan antisipasi jumlah produk rusak setiap harinya untuk setiap jenis buah Anggur yang diharapkan dapat memenuhi permintaan selama antar waktu pemesanan yang ditentukan. Sistem pembelian yang dilakukan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal (T*) pada penelitian ini adalah usulan rancangan sistem persediaan 4 harian, usulan rancangan sistem persediaan 3 harian, usulan rancangan sistem persediaan 2 harian, dan usulan rancangan sistem persediaan 1 harian berdasarkan batasan umur buah Anggur selama 4 hari. Pemilihan usulan rancangan sistem persediaan yang disarankan adalah usulan rancangan sistem persediaan 1 harian karena menghasilkan total ongkos persediaan paling rendah dibandingkan dengan sistem persediaan yang berlaku di perusahaan dan usulan rancangan sistem persediaan lain. Selisih total ongkos persediaan pada usulan rancangan system persediaan 1 harian dengan sistem persediaan yang berlaku di perusahaan menghasilkan penghematan sebesar 6 % (Rp. 1.182.470.394) per 6 bulan.