// <![CDATA[EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM TRAINING MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK. ( STUDI KASUS DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA ).]]> NOVA HAPSARI / 13.2003.121 / TI Penulis Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2
Salah satu bentuk pengembangan sumber daya manusia adalah dengan cara melakukan pelatihan (training). Training merupakan suatu aktivitas penting untuk meningkatkan sumber daya manusia di suatu perusahaan. Pelaksanaan training biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Agar pelaksanaan training efektif dan efisien, setiap perusahaan perlu merencanakan training dengan baik salah satunya dengan memilihan jenis training yang sesuai kegunaannya bagi perusahaan. Untuk mengetahui pencapaian tujuan dari dilakukannya training maka diperlukan sebuah evaluasi. Evaluasi training merupakan bagian mutlak dari daur proses training karena diperlukan untuk mengukur efektivitas dan pencapaian sasaran program training dan bertujuan untuk memperoleh informasi guna keperluan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program training khususnya IFT Selling Skill yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia dengan cara mengukur hasil training tersebut menggunakan model Kirkpatrick. Model Kirkpatrick terdiri dari 4 level, yaitu: 1) Reaksi, 2) Belajar, 3) Aplikasi dan 4) dampak. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran sampai sejauh mana pelatihan tersebut mempengaruhi efektivitas kerja pegawai setelah melaksanakan program training IFT Selling Skill. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan reaction sheet padea para peserta training. Selain itu penelitian ini juga melakukan proses diskusi dengan staf-staf yang bersangkutan dimana hasil diskusi tersebut dapat memberikan informasi tambahan untuk hasil dari rangkaian pelaksanaan training IFT Selling Skill di PT Telekomunikasi Indonesia.Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan training dapat dievaluasi oleh model Kirkpatrick.