// <![CDATA[PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI UNTUK MINIMASI CACAT RETAK PADA KERAMIK HIAS MENGGUNAKAN MEODA TAGUCHI. ( STUDI KASUS DI KERAMIK EDEM ).]]> SYAQIBU FAKHRI / 13.2004.015 / TI Penulis 0013055702 - Drs, R. Hari Adianto, MT. Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Kualitas adalah hal utama yang akan dinilai oleh masyarakat tentang produk yang dipasarkan. Keberhasilan suatu perusahaan di pasar akan dijadikan sebagai landasan yang kuat dalam mempertahankan kualitas produknya. Tantangan yang terjadi pada saat ini membawa produsen mengikuti persaingan produk yang ada dengan selalu melakukan inovasi produk dan perbaikan untuk membawa perusahaan dalam keberhasilan sesungguhnya yaitu dapat menguasai pasar. Dalam industri keramik hias terdapat beberapa faktor kualitas yang sebaiknya diperhatikan oleh suatu perusahaan keramik hias, faktor-faktor tersebut ada yang terkendali dan ada pula yang tak terkendali. Faktor-faktor terkendali yang digunakan dalam penelitian ini adalah komposisi glasir, cara pengglasiran, suhu pembakaran, dan waktu pembakaran. Faktor tak terkendali yang digunakan dalam penelitian ini adalah posisi keramik dalam tungku pembakaran terhadap titik api. Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap cacat retak pada hiasan belimbing adalah komposisi glasir, cara pengglasiran, interaksi antara komposisi glasir dengan suhu pembakaran dan waktu pembakaran sebesar. Penentuan level proses produksi usulan adalah komposisi glasir dengan kandungan feldspar 70%, kuarsa 16%, kaolin 14% , cara pengglasiran dengan cara celup, suhu pembakaran sebesar 11500C dan waktu pembakaran selama 5 jam. Metoda Taguchi adalah salah satu metode yang dapat diterapkan dalam sebuah perancangan eksperimen yang dilaksanakan sebelum proses produksi dilakukan (Offline Quality Control). Tujuannya ialah untuk memperoleh rancangan proses yang optimal dari faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas, sehingga akan didapat proses produksi yang tangguh. Hasil akhir dari penelitian ini ialah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada cacat retak pada bodi keramik secara signifikan dan menentukan usulan level produksi pembuatan keramik hias.