RANCANGAN ULANG SISTEM KERJA DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK BERDASARKAN ANALISIS RISIKO CIDERA KERJA MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk (PT. PAI) bergerak dalam bidang Industri Sepatu, khususnya sepatu olahraga. Salah satu departemen yang terdapat di PT. PAI adalah departemen Assembly, yang proses pekerjaannya masih dilakukan secara manual dan statis dengan tingkat repetisi yang sangat tinggi. Tingginya aktivitas produksi dengan pekerja manual mengindikasikan risiko cidera musculoskeletal yang besar. Salah satu faktor penyebab risiko cidera musculoskeletal adalah sikap kerja operator yang kurang baik, seperti membungkuk dan perputaran beberapa bagian tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh fasilitas kerja yang digunakan oleh operator tidak ergonomis, dan cara kerja yang salah yang berdampak ketidaknyamanan operator dalam bekerja.
Pada Departemen Assembly terdapat enam stasiun kerja (SK), yaitu toe lasting, heel lasting, bonding, primer, buffing, dan finishing. SK tersebut sebagian besar menggunakan peranan dari anggota tubuh bagian atas. Metode Quick Exposure Checklist (QEC) dapat digunakan ntuk melihat SK yang paling kritis (tingkat risiko cidera kerja yang paling tinggi), dilakukan analisis dengan menggunakan. Pada SK yang terpilih kemudian dilakukan perbaikan terhadap fasilitas kerjanya. Berdasarkan pengolahan data menggunakan QEC, SK pada Departemen Assembly berada di level tindakan 3 (tindakan dalam waktu dekat). Dengan demikian, prioritas tindakan perbaikan berdasarkan persentase eksposure skor. Persentasi eksposure skor terbesar dimiliki oleh SK Buffing 68,182%. Dengan demikian tindakan perbaikan pertama kali akan dilakukan di SK Buffing (dapat dilihat pada Sachriadi, 2010). Pada penelitian ini, perbaikan stasiun kerja dilakukan pada SK kritis dengan persentase eksposure skor terbesar kedua, yaitu SKHeel Lasting.
Pada SK heel lasting, operator menggunakan anggota tubuh kaki dalam melakukan pekerjaannya. Untuk menilai risiko cidera kerja bagian kaki pada SK heel lasting digunakan nordic body map. Data nordic body map SK heel lasting yang digunakan merupakan data yang diambil berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan Sachriadi (2010). terdapat beberapa bagian kaki seperti betis dan pergelangan kaki yang mengalami rasa sakit yang dirasakan oleh operator yang terdapat pada SK. Heel lasting, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada SK heel lasting terdapat risiko cidera kerja untuk tubuh bagian kaki. Oleh karena itu, itu penelitian selanjutnya akan dilakukan juga pada bagian kaki.
Langkah selanjutnya dilakukan perancangan fasilitas kerja yang ergonomis untuk memperbaiki cara kerja dan posisi kerja pada operator saat menjalankan pekerjaannya. Dalam perancangan fasilitas kerja yang ergonomis digunakan pendekatan secara antropometri. Perancangan stasiun kerja yang dilakukan pada SK heel lasting meliputi perancangan kursi sitstand, penambahan tinggi permukaan kerja, penambahan tinggi belt conveyor, serta pemindahan penggunaan pedal menjadi push botton. Hasil rancangan kemudian di evaluasi kembali dengan menggunakan RULA.
Hasil evaluasi rancangan menunjukkan bahwa rancangan sistem kerja usulan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh penurunan nilai RULA sebelum perancangan dengan sesudah perancangan, yaitu dari 6 (investigate further and change soon) menjadi 3 (investigate further).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).RANCANGAN ULANG SISTEM KERJA DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK BERDASARKAN ANALISIS RISIKO CIDERA KERJA MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN ULANG SISTEM KERJA DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK BERDASARKAN ANALISIS RISIKO CIDERA KERJA MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST ().Teknik Industri:FTI,2010.Text
MLA Style
.RANCANGAN ULANG SISTEM KERJA DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK BERDASARKAN ANALISIS RISIKO CIDERA KERJA MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST ().Teknik Industri:FTI,2010.Text
Turabian Style
.RANCANGAN ULANG SISTEM KERJA DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK BERDASARKAN ANALISIS RISIKO CIDERA KERJA MENGGUNAKAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST ().Teknik Industri:FTI,2010.Text