// <![CDATA[RANCANGAN JIG & FIXTURE UNTUK PRODUKSI PEMBUATAN GEAR BELAKANG ( REAR SPROCKEY ) SEPEDA MOTOR YAMAHA.]]> JONATHAN FELIX PRATAMA / 13.2003.028 / TI Dosen Pembimbing 1 Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Perkembangan industri manufaktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat didukung dengan berkembangnya teknologi dalam bidang manufaktur. Industri manufaktur terutama yang bergerak dalam bidang replikasi produk saat ini menjadi salah satu pusat perkembangan industri manufaktur. Berkembangnya industri manufaktur dengan jenis industrinya untuk mereplikasi produk maka meningkat pula keinginan konsumen mengenai kualitas dari produk yang dihasilkan. Dalam pemenuhan keinginan konsumen tersebut maka berkembanglah berbagai macam sistem dan alat bantu yang dalam perkembangannya digunakan untuk dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan kualitas dari produk yang mengalami proses penduplikasian. Salah satu produk yang diproduksi industri manufaktur dan membutuhkan perbaikan proses dalam upaya peningkatan kualitas adalah produk gear belakang (rear sprocket) motor Yamaha yang diproduksi oleh industri kecil sebagai suku cadang pengganti. Industri kecil melakukan proses produksi produk ini dengan menggunakan mesin-mesin manual, dimana pada proses produksinya terdapat beberapa proses yang menyebabkan kesalahan ukuran produk yang dihasilkan. Dengan mengetahui adanya bagian proses yang rawan mengalami kesalahan, dimensi produk dan kebutuhan akan kualitas produk yang baik maka dirancang sebuah alat bantu berupa Jig & Fixture yang akan digunakan pada mesin freis manual. Fixture sendiri memiliki fungsi untuk menjaga benda kerja agar tetap pada posisinya selama benda kerja diproses dan hanya bisa diproses dengan posisi yang tepat, sedangkan Jig merupakan bagian yang mengarahkan pahat pada benda kerja. Alat bantu ini selain dapat memperbaiki kualitas produk, dirancang pula untuk dapat meningkatkan laju produksi sehingga dapat menurunkan ongkos produksi dan harga jual. Pada perancangannya terdapat bagian-bagian adari alat bantu ini yaitu base plate (landasan), set blok, lokator, Jig dan bagian pemutar. Lokator yang ada sendiri ditentukan posisinya dengan menggunakan metode 3-2-1, sedangkan bagian pemutar merupakan bagian yang muncul karena kebutuhan dari proses yang akan dilalui pada mesin freis, dimana yang semula proses yang ada dikerja pada mesin bubut dan mesin freis. Dari rancangan alat bantu yang ada, maka dilakukan pembuatan alat bantu tersebut. Kemudian alat bantu tersebut dilakukan analisis secara langsung pada mesin freis dengan mengerjakan tiga buah benda kerja. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat bantu ini layak untuk digunakan pada proses produksi gear belakang (rear sprocket) motor Yamaha ini. Kesimpulan ini diperoleh karena dengan penggunaan alat bantu ini maka laju produksi, keakuratan dan kepresisian produk dapat meningkat, sedangkan ongkos produksi setiap produknya lebih murah jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan alat bantu.