Detail Cantuman

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).


Pada dasarnya suatu aktivitas manusia dapat dibedakan menjadi 2 aktivitas berbeda yakni aktivitas fisik dan aktivitas mental. Aktivitas pekerjaan yang memiliki beban kerja mental tinggi akan memberikan dampak negatif apabila dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama seperti halnya menurunnya produktivitas kerja, rendahnya mutu dari hasil pekerjaan atau bahkan meningkatnya tingkat kecelakaan kerja.
Pada unit proses RCC Pertamina UP-VI Balongan, operator memiliki tanggung jawab yang besar dalam bekerja mengawasi dan mengoperasikan mesin-mesin produksi demi menjamin kelancaran proses produksi mengingat pentingnya unit proses ini dalam kilang UP-VI dan produk yang dihasilkan juga bernilai ekonomi sangat tinggi. Selain itu, beban kerja operator unit proses RCC juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja dimana terdapat banyak bahanbahan kimia berbahaya yang beresiko menimbulkan kecelakaan kerja apabila operator bekerja tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Berdasarkan kondisi kerja inilah maka perlu dilakukan analisis pengukuran beban kerja mental operator untuk dapat meningkatkan produktivitas operator dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
Pada penelitian ini, digunakan pengukuran beban kerja secara subyektif dengan menggunakan metoda SWAT (Subjective Workload Assessment Technique). Metoda ini digunakan karena terdapat 3 faktor/ dimensi yang diamati (Time, Effort, Stress) sehingga dianggap cukup mudah dalam proses pemahaman pada obyek penelitian. Pengukuran dilakukan pada operator yang bekerja pada shift kerja yaitu shift malam, pagi dan sore. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata tingkat beban kerja operator pada tiap shift kerja.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beban kerja mental operator unit proses RCC yang menunjukkan rata-rata tingkat beban kerja tidak berbeda untuk tiap shift kerja yang ada atau dengan kata lain shift kerja tidak mempengaruhi beban kerja operator. Hal ini disebabkan oleh kapasitas waktu dan kemampuan/ skill operator yang menjadi obyek penelitian relative sama. Faktor yang paling mempengaruhi operator dalam bekerja adalah faktor beban waktu (Time) kemudian faktor beban tekanan psikologis (Stress) dan diikuti beban usaha mental (Effort). Beban waktu dianggap sangat mempengaruhi operator dalm bekerja lebih disebabkan oleh tidak sesuainya jumlah operator aktual dengan jumlah formasi yang sebenarnya. Selain itu, faktor banyaknya jumlah sub-aktivitas pekerjaan juga mempengaruhi beban waktu operator dalam bekerja.
Rata-rata tingkat beban kerja operator unit proses RCC berada pada tingkat beban kerja mental sedang. Akan tetapi, terdapat 2 aktivitas pekerjaan yang memiliki beban kerja mental tinggi pada setiap shiftnya. Aktivitas tersebut adalah pada saat operator melaksanakan normal start up, normal shut down, emergency shut down, bekerja sama dengan operator RRG dan operator UGC sesuai instruksi dari PWS Shift RCU, PWS DCS FRC. Aktivitas lainnya adalah pada saat operator melaksanakan serah terima tugas shift dengan teknisi operasi FRC sebelum dan sesudahnya dimana terdapat banyak hal penting yang dipertanggungjawabkan. Kedua aktivitas pekerjaan ini memiliki tingkat beban kerja tinggi karena sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi kilang UP-VI. Berkaitan dengan kondisi tersebut diharapkan perusahaan melakukan evaluasi deksripsi kerja (job description) agar dapat meningkatkan produktivitas dan meminimasi resiko kecelakaan kerja.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang FHIRENDY BHETAFY / 13.2004.107 / TI - Personal Name
0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. - Personal Name
0401066902 - Yuniar, S.T., M.T - Personal Name
No. Panggil 1096TI/09
Subyek Beban Kerja Mental Operator, SWAT
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2009
Jurusan Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2009).ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).().Teknik Industri:FTI

.ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).().Teknik Industri:FTI,2009.Text

.ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).().Teknik Industri:FTI,2009.Text

.ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MENGGUNAKAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( SWAT ) ( STUDI KASUS DI UNIT PROSES RCC PERTAMINA UP - VI BALONGAN ).().Teknik Industri:FTI,2009.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id