ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI COCO FIBER DI CV. BIMANDIRI.
Serat sabut kelapa atau dalam industri dikenal sebagai coco fiber, merupakan bahan baku untuk berbagai industri, antara lain industri karpet, dashboard dan jok untuk kendaraan, jok perabot rumah tangga, matras, spring bed, kemasan, dan tali. Pada saat ini penggunaan coco fiber sebagai bahan baku industri cenderung mengalami peningkatan, hal ini disebabkan oleh kecenderungan konsumen produk industri dalam memilih bahan alami. CV. Bimandiri sebagai perusahaan yang memiliki unit bisnis produksi coco fiber menyatakan bahwa peningkatan permintaan produk coco fiber ini belum diimbangi dengan jumlah produksi coco fiber sehingga mengakibatkan adanya permintaan yang tidak dapat dipenuhi. Tidak bisa dipenuhinya permintaan coco fiber oleh CV. Bimandiri berakibat pada hilangnya sebagian keuntungan yang diperoleh. CV. Bimandiri bermaksud mencari solusi untuk dapat memenuhi permintaan coco fiber dengan cara meningkatkan kapasitas produksinya. Rencana peningkatan kapasitas produksi ini tentu saja perlu dipertimbangkan keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh. Dengan kata lain, diperlukan studi kelayakan untuk mengetahui apakah rencana penambahan kapasitas produksi coco fiber tersebut menguntungkan atau tidak bagi perusahaan.
Studi kelayakan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan mencakup pada beberapa aspek analisis yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek finansial. Pada aspek pasar akan dianalisis tentang besarnya peluang pasar produk coco fiber untuk wilayah Jawa Barat. Pada aspek teknis akan dianalisis lokasi usaha, bahan baku, mesin dan tenaga kerja yang perlu ditambahkan untuk penambahan kapasitas produksi. Pada aspek lingkungan dijelaskan tentang dampak yang timbul pada lingkungan akibat adanya industri coco fiber, dan terakhir pada aspek finansial akan dinilai berdasarkan kriteria penilaian investasi yaitu Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR).
Pada aspek pasar perhitungan peluang pasar menunjukkan nilai positif dan terus mengalami peningkatan untuk setiap periodenya, hal ini menunjukkan bahwa rencana penambahan kapasitas produksi layak dilaksanakan berdasarkan kriteria kelayakan aspek pasar. Pada aspek teknis, analisis menunjukkan bahwa aspek teknis mendukung untuk dilaksanakannya rencana penambahan kapasitas produksi melihat dari adanya mesin produksi, tenaga kerja, dan bahan baku tambahan yang tersedia. Pada aspek lingkungan, analisis tentang dampak negatif dan dampak positif serta cara mengatasi dampak negatif dari adanya industri coco fiber menjadi kriteria kelayakan. Pada aspek finansial menghasilkan kriteria kelayakan investasi yang berupa Payback Period (PP) yaitu senilai 1 tahun 6,78 bulan yang artinya lebih cepat dari periode investasi selesai, Net Present Value (NPV) positif senilai Rp.265.667.586,35 dan Internal Rate of Return (IRR) senilai 63% dengan MARR senilai 12%. Berdasarkan kriteria kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek finansial, maka disimpulkan bahwa rencana penambahan kapasitas produksi coco fiber di CV. Bimandiri layak dilaksanakan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI COCO FIBER DI CV. BIMANDIRI. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI COCO FIBER DI CV. BIMANDIRI. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
MLA Style
.ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI COCO FIBER DI CV. BIMANDIRI. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
Turabian Style
.ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI COCO FIBER DI CV. BIMANDIRI. ().Teknik Industri:FTI,2009.Text