// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN MULTI ESELON DENGAN MINIMISASI TOTAL ONGKOS DISTRIBUSI DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA ( PT. CCBI ).]]> ERLINA EDI PRATIWI / 13.2004.088 / TI Penulis 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (PT. CCBI) merupakan perusahaan yang memproduksi bermacam jenis minuman ringan. PT.CCBI memiliki sistem yang memisahkan kegiatan produksi dengan kegiatan distribusi, pemisahan kegiatan tersebut menyebabkan perusahaan memiliki biaya distribusi tahunan yang cukup tinggi. Tingginya biaya pada PT. CCBI disebabkan oleh banyaknya eselon (tingkatan atau tahapan) dalam kegiatan distribusinya, dimana dalam mendistribusikan produknya perusahaan menggunakan jalur tidak langsung yaitu jalur yang terdiri dari unit produksi yang biasa disebut plant, depot yang biasa disebut sales centre, dan pengecer yang biasa disebut outlet. Salah satu kriteria performansi dari sistem kegiatan produksi secara keseluruhan adalah tingkat pelayanan kepada konsumen yang diukur melalui ketepatan jumlah persediaan barang saat dibutuhkan. Tingkat pelayanan tersebut dipengaruhi oleh subsistem produksi dan subsistem distribusi, dimana distribusi merupakan ujung tombak dari keseluruhan sistem perusahaan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan performansi sistem, dibutuhkan kelancaran sistem aliran material terintegrasi, mulai dari produksi barang hingga kepada pengiriman dan pelayanannya, dengan tetap memperhatikan faktor efisiensi sumber daya dari sistem logistiknya. Permasalahan persediaan tersebut dibahas dan dikembangkan oleh Hartanto (2002) dimana dalam pengembangannya ini dapat menghasilkan kebijakan sistem pengendalian persediaan yang meliputi penentuan jumlah frekuensi pemesanan dan penentuan ukuran lot untuk plant, sales centre, dan outlet sehingga menghasilkan jalur dengan ongkos distribusi tahunan termurah. Dari model persediaan yang digunakan dalam pengolahan data, ongkos total distribusi tahunan jalur langsung merupakan jalur termurah dibandingkan ongkos distribusi jalur tidak langsung, sehingga jalur yang dipilih adalah jalur langsung yaitu dari plant langsung ke outlet.