// <![CDATA[INTERNAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN OPTIMAL BAGI KOMPONEN PLAT KOPLING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA MASYARAKAT. ( STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR ).]]> LIZA YULIA / 13.2004.044 / TI Penulis Ir. Susy Susanty, M.T. Dosen Pembimbing 2 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1
Perawatan merupakan suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengontrol kondisi peralatan (Jardine, 1973). Tujuan dari kegiatan perawatan yaitu untuk menjaga, mempertahankan, memelihara, bahkan mengembalikan kondisi peralatan atau mesin dalam kondisi baik sehingga proses operasional dapat berjalan dengan lancar. Peralatan atau mesin yang digunakan terus-menerus akan mengalami penurunan kinerja akibat pertambahan umur. Oleh karena itu dibutuhkan sistem perawatan yang tepat agar kinerja peralatan atau mesin maksimal. Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak dalam jasa pelayanan kebersihan Kota Bandung dibidang pengelolaan sampah. Salah satu fungsi dari PD. Kebersihan yaitu memberikan jasa pelayanan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA kepada masyarakat. Pengangkutan sampah tersebut dilakukan dengan menggunakan truk pengangkut sampah. Jumlah truk pengangkutan sampah yang kurang memadai serta sistem perawatan yang kurang tepat menyebabkan meningkatnya intensitas kerusakan truk pengangkut sampah. Hal ini berakibat pada terjadinya keterlambatan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Keterlambatan pengangkutan sampah yang tidak jarang terjadi merupakan bukti nyata bahwa sistem perawatan perbaikan (corrective maintenance) yang saat ini digunakan oleh PD. Kebersihan tidak efektif digunakan dalam proses pemeliharaan truk pengangkut sampah. Oleh karena itu, diperlukan sistem perawatan yang tepat dalam proses pemeliharaan truk pengangkut sampah. Selain itu, akibat keterlambatan tersebut, masyarakat telah dirugikan oleh pihak PD. Kebersihan karena telah membayar jasa pelayanan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Sehingga pada penelitian ini akan dipertimbangkan biaya kerugian masyarakat yang selama ini sulit untuk dikuantifikasi. Dari sekian banyak kerusakan komponen yang menyebabkan tidak beroperasinya truk pengangkut sampah, dipilihlah komponen plat kopling sebagai objek penelitian karena beberapa alasan. Pada penelitian ini, sistem perawatan yang digunakan dalam pemeliharaan truk pengangkut sampah di PD. Kebersihan, yaitu sistem penggantian pencegahan (preventive replacement) yang berdasarkan umur komponen (age-based replacement). Tujuannya untuk menghasilkan interval penggantian pencegahan (preventive replacement) optimal bagi komponen plat kopling truk pengangkut sampah di PD. Kebersihan Kota Bandung dengan kriteria minimasi ekspektasi total biaya perawatan yang mempertimbangkan biaya kerugian masyarakat. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pencapaian tujuan tersebut antara lain mengidentifikasi masalah, studi literatur, menentukan tujuan penelitian, menentukan metoda pemecahan masalah, mengumpulkan data yang berkaitan dengan data umum perusahaan dan data kerusakan komponen plat kopling serta data persepsi masyarakat (persentase biaya kerugian masyarakat), mengolah data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Dari hasil pengolahan data, diperoleh interval penggantian pencegahan komponen plat kopling yang memiliki ekspektasi biaya penggantian pencegahan per jarak tempuh paling minimum yaitu pada interval 60.600 km dengan biaya sebesar Rp 126/km. Jadi, proses penggantian pencegahan komponen plat kopling truk pengangkut sampah yang optimal dilakukan setiap truk telah menempuh jarak 60.600 km.