// <![CDATA[USULAN ELIMINASI PEMBOROSAN PADA LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP LEAN MANUFACTURING. ( STUDI KASUS PERUSAHAAN PERSEORANGAN ANEKA RAJUT).]]> CHARLES MARULITA SIRINGO - RINGO / 13.2003.006 / TI Dosen Pembimbing 1 Rispianda, S.T., M.T., M.Phil Dwi Kurniawan, S.T., M.T
Dengan perkembangan dunia industri yang semakin maju saat ini, setiap perusahaan harus mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam menjalankan aktivitasnya. Pemborosan yang terjadi pada proses kerja sehari-hari di dalam perusahaan tentunya sangatlah bertentangan dengan hal tersebut. Karena itu setiap perusahaan yang ingin maju haruslah mampu mengidentifikasi pemborosan-pemborosan apa saja yang masih terdapat dalam perusahannya, untuk kemudian berusaha semaksimal mungkin mengeliminasi ataupun miminimasi. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah produk (barang dan jasa) agar memberikan nilai kepada pelanggan (customer value). Tujuan Lean adalah meningkatkan terus menerus customer value melalui pengingkatan terus menerus rasio antara nilai tambah terhadap waste (the value-to-waste ratio). Konsep lean yang diterapkan pada manufaktur disebut lean manufacturing. Waste merupakan pemborosan yang terjadi namun belum tentu telah disadari oleh pihak perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Dalam sistem lean manufacturing, terdapat 7 waste yang dapat dianalisa yaitu Overproduction, Waiting, Transportation, Non Value Added Activities, Excess Inventory, Excess Motion, Defects/Underutilized People. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemborosan-pemborosan yang terjadi dan merancang suatu sistem manufaktur yang ramping (lean manufacturing) untuk dapat mengurangi lead time pada lantai produksi yang timbul akibat waste tersebut pada Perusahaan Perseorangan Aneka Rajut dalam pembuatan swater polos hitam. Perancangan sistem produksi lean yang dapat meminimalkan waste yang terjadi sehingga dapat meningkatkan efesiensi dan produktivitas perusahaan. Untuk itu, dalam penelitian yang difokuskan pada lini produksi ini, akan dikembangkan rancangan strategi perbaikan dengan menggunakan konsep Lean Manufacturing. Konsep ini menggunakan value stream mapping untuk melakukan pemetaan aliran material yang terjadi dari awal sampai produk diterima oleh konsumen. Berdasarkan hasil pemetaan current state map value stream (keadaan saat ini) yang memiliki lead time produksi sebesar 4660,3 menit, maka dapat dilakukan identifikisai waste yan terjadi dengan mengunakan metoda 5W-1H (What, Who, Where, When, Why, and How). Akar permasalaan yang terjadinya pemborosan diidentifikasi menggunakan metoda 5 Why). Setelah dilakukannya identifikasi maka selanjutnya adalah melakukan perancangan dan tindakan untuk perbaikan dengan menggunakan future state design. Dalam perancangan future state design terdapat beberapa usulan yaitu usulan penggabungan proses linking & obras, penggabungan proses sortir & finishing, usulan penambahan kapasitas dengan menambah pekerja pada proses rajut, Usulan perbaikan metoda kerja pada proses rajut dan usulan perbaikan organisasi tempat kerja dilantai produksi dengan menggunakan metode 5S. Dari usulan tersebut maka dalam perancangan future state design dapat mengurangi pemborosan menunggu sampai 483,2 menit, sedangkan lead time yang didapat 4176,3 menit.