// <![CDATA[USULAN STRATEGI PENGUATAN BRAND INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL DENGAN ANALISIS BRAND EQUITY. STUDI KASUS RESPONDEN CALON MAHASISWA DAN ORANG TUA CALON MAHASISWA.]]> MUNTAZUNNISSA / 13.2005.065 / TI Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 - sugih Dosen Pembimbing 2
Di Kota Bandung, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) merupakan salah satu institut yang cukup diminati untuk dijadikan alternatif melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Mahasiswa baru yang mendaftar di ITENAS mengalami perubahan. Perubahan ini dapat dilihat pada dua tahun terakhir, jumlah pendaftar pada tahun 2007 lebih besar dari pada tahun 2008. Penurunan ini mungkin dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah persaingan dengan perguruan tinggi lain. Fenomena persaingan ini menuntut pihak perguruan tinggi untuk selalu menginovasi strateginya. Agar dapat bersaing atau bahkan memenangkan persaingan, ITENAS harus memiliki brand equity yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan brand ITENAS berdasarkan pengukuran brand equity. Dalam penelitian ini, analisis elemen brand equity yang dilakukan meliputi brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty pada ITENAS. Pengukuran brand awareness dilakukan untuk mengetahui kesanggupan seseorang untuk mengingat dan mengetahui keberadaan ITENAS. Pengukuran brand association dilakukan untuk mengetahui persepsi apa yang timbulkan oleh seseorang mengenai ITENAS, apakah persepsi yang timbul sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak ITENAS atau belum. Pengukuran perceived quality dilakukan untuk mengetahui persepsi seseorang akan kualitas ITENAS secara keseluruhan. Pengukuran brand loyalty dilakukan untuk mengetahui seberapa besar loyalitas seseorang apabila menjadi bagian dari ITENAS. Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah calon mahasiswa dan orang tua calon mahasiswa yang berada di tempat bimbingan belajar di Kota Bandung. Ukuran sampel minimum dihitung dengan rumus Slovin sehingga didapat ukuran sampel minimum sebanyak 100 responden. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan tempat bimbingan belajar mana yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling dan teknik sampling convenience sampling untuk menentukan responden yang akan mengisi kuesioner. Hasil pengukuran menyatakan brand equity ITENAS masih belum kuat. Hal ini terlihat dari rendahnya tinggat kesadaran responden sehingga banyak responden yang harus diingatkan akan keberadaan ITENAS, asosiasi yang timbul mengenai ITENAS tidak berbeda dengan perguruan tinggi lainnya walaupun diantaranya cukup sesuai dengan ITENAS, performansi ITENAS yang belum memuaskan walaupun sudah memiliki atribut-atribut yang penting secara keseluruhan, serta tingkat loyalitas yang rendah apabila mereka menjadi bagian dari ITENAS.