// <![CDATA[MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK DI PT. KRAKATAU INDUSTRIAL ESTATE CILEGON]]> AHMAD SAHRUL / 13.2003.085 Penulis 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 1
Sumber daya manusia yang unggul merupakan kunci bagi perusahaan untuk memenangkan suatu persaingan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mengelola sumber daya manusianya ke arah yang lebih baik agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas atau memiliki produktifitas yang tinggi. Salah satu aktivitas untuk mengelola sumber daya manusia adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dan atau mengubah perilaku sumber daya manusianya menjadi lebih baik. Pelaksanaan pelatihan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Agar pelaksanaannya efektif dan efisien, maka setiap perusahaan perlu merencanakan pelatihan dengan baik, salah satunya dengan memilihan jenis pelatihan yang sesuai kegunaannya bagi perusahaan. Untuk mengetahui pencapaian tujuan dari dilakukannya pelatihan, diperlukan sebuah evaluasi. Dimana evaluasi pelatihan tersebut merupakan bagian mutlak dari daur proses pelatihan yang diperlukan untuk mengukur efektivitas dan pencapaian sasaran program pelatihan dan bertujuan untuk memperoleh informasi guna keperluan pengambilan keputusan. Foreman Development Program (FDP) merupakan suatu program pelatihan yang biasa dilakukan oleh Divisi Diklat PT. KIEC untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang aspek-aspek yang berhubungan dengan kompetensi kepemimpinan di level foreman, pelatihan ini bersifat tahunan dengan mendatangkan instruktur dari luar perusahaan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan Foreman Development Program di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT. KIEC) dengan cara mengukur hasil pelatihan tersebut menggunakan model Kirkpatrick. Model Kirkpatrick terdiri dari 4 level, yaitu: 1) Reaksi yaitu mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan, data level 1 diperoleh dengan menggunakan kuesioner, 2) Belajar yaitu melihat perubahan sikap mental (attitude), perbaikan pengetahuan, dan atau penambahan keterampilan peserta setelah selesai mengikuti program pelatihan, data level 2 diperoleh dengan menggunakan pre test & post test, 3) Aplikasi yaitu melihat perilaku kerja peserta pelatihan setelah mereka kembali ke dalam lingkungan kerjanya, data level 3 diperoleh dengan menggunakan kuesioner, dan 4) dampak yaitu melihat dampak perubahan terhadap kinerja perusahaan, data level 4 diperoleh dengan menggunakan form isian, observasi atau diskusi dengan staf-staf yang bersangkutan dimana hasil observasi atau diskusi tersebut dapat memberikan informasi tambahan untuk setiap levelnya. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran sampai sejauh mana pelatihan tersebut mempengaruhi efektivitas kerja pegawai setelah dilaksanakannya program pelatihan Foreman Development Program dan juga dapat memberikan gambaran bagi perusahaan tentang bagaimana cara mengevaluasi pelatihan menggunakan model Kirkpatrick.