// <![CDATA[PERANCANGAN BENDA KERJA PRAKTIKUM ALAT UKUR DAN ALAT BANTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE FEATURE BASED DESIGN]]> TEGUH DRAJAT / 13.2004.033 Penulis 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Praktikum Alat Ukur dan Alat Bantu meliputi proses pengukuran, perancangan benda kerja, serta perancangan alat bantu (jig and fixture). Proses pengukuran dilakukan terhadap fitur benda kerja dengan menggunakan alat ukur yang terdapat di laboratorium. Fitur pada benda kerja yang terdapat di laboratorium saat ini hanya berjumlah 26 fitur dari 42 fitur dasar yang terdapat pada literatur. Selain itu, alat ukur yang terdapat di laboratorium saat ini tidak dapat digunakan seluruhnya. Hal tersebut dikarenakan fitur yang dimiliki pada benda kerja masih sedikit. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan perancangan benda kerja baru dengan memiliki fitur yang lengkap. Dengan terdapatnya benda kerja baru yang memiliki fitur dasar yang lengkap maka alat ukur yang terdapat di laboratorium dapat digunakan seluruhnya. Hal ini akan memberikan pengetahuan lebih kepada praktikan karena praktikan mampu mengenal serta menggunakan seluruh alat ukur. Perancangan benda kerja baru dilakukan dengan menggunakan metode Feature Based Design. Dengan menggunakan metode ini, perancangan benda kerja memperhatikan fitur-fitur dasar pemesinan serta mengakomodasikan fitur-fitur yang dibutuhkan kedalam benda kerja baru. Pada tahap awal perancangan benda kerja dengan metode Feature Based Design dapat menunjukkan informasi mengenai fitur yang terdapat pada benda kerja yang ada di laboratorium saat ini, serta fitur-fitur dasar pemesinan lainnya. Setelah melakukan tahap tersebut, tahap selanjutnya adalah membandingkannya dengan fitur dasar lainnya yang terdapat di literatur, sehingga benda kerja yang baru dapat mengakomodasi seluruh fitur. Benda kerja baru dengan menggunakan metode perancangan Feature Based Design dapat mengakomodasi fitur yang terdapat di literatur. Fitur yang ditambahkan kedalam benda kerja baru sebanyak 9 fitur. Seluruh fitur yang diakomodasi pada benda kerja baru ini terdapat pada 2 benda kerja, yaitu bentuk balok dan silinder. Dengan terdapatnya fitur baru pada benda kerja, maka seluruh alat ukur di Laboratorium dapat digunakan seluruhnya. Sehingga benda kerja baru dapat digunakan pada pelaksanaan Praktikum Alat Ukur dan Alat Bantu.