// <![CDATA[ANALISIS PENGEMBANGAN DAN KEBUTUHAN INDUSTRI KREATIF PERMAINAN INTERAKTIF DI KOTA BANDUNG]]> FAJRI ZONDA / 13-2004-066 Penulis 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Kota Bandung merupakan salah satu kota yang terpilih sebagai proyek percontohan kota kreatif pada pertemuan internasional kota berbasis ekonomi kreatif di Yokohama Jepang pada akhir bulan Juli 2007. Sampai dengan saat ini terdapat 14 bidang industri kreatif di kota Bandung. Salah satu bidang industri kreatif yang dirasakan perlu untuk dikembangkan adalah permainan interaktif. Permainan interaktif merupakan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer, video, dan lain-lain yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Pengembangan terhadap kebutuhan bidang ini perlu dilakukan karena beberapa hal diantaranya: permainan interaktif merupakan kebutuhan pengembangan emosional dan mengandung unsur edukatif bagi pengguna atau anak, potensi pasar yang luas dan terus berkembang sesuai dengan karakter konsumen permainan interaktif, serta ketersediaan kekayaan sumber daya alam sebagai pendukung bahan baku industri kreatif permainan interaktif. Proses pengembangan kebutuhan yang dilakukan terhadap industri permainan interaktif di kota Bandung harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yaitu produsen, konsumen, dan pemerintahan terkait. Keterlibatan pihak-pihak tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh pihak produsen dan konsumen dengan memperhatikan kebijakan yang ada saat ini Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan suatu usulan berupa kebijakan pengembangan terhadap industri permainan interaktif di kota Bandung berdasarkan analisis kebutuhan dari produsen dan konsumen serta analisis kebijakan yang ada saat ini. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda Analisis faktor. Pada metoda Analisis Faktor, langkah-langkah yang dilakukan adalah : menyusun matriks data mentah, menyusun matriks korelasi, melakukan ekstarksi faktor, melakukan pembobotan faktor, dan melakukan rotasi faktor. Data awal yang diperoleh untuk melakukan pengolahan data, diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada pihak produsen dan konsumen industri permainan interkatif. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan metoda Analisis Faktor didapatkan 11 faktor baru untuk mengidentifikasi kebutuhan produsen, yaitu : bahan baku dan kualitas, media pengenalan produk, informasi pasar dan dukungan terhadap proses produksi, penjualan dan SDM, keahlian dan kreativitas tenaga kerja, dukungan pemerintah, faktor eksternal, kewirausahaan, training dan finansial, kemudahan prosedur, dan penngenalan produk. Sedangkan untuk pihak konsumen diperoleh 8 faktor baru, yaitu : kualitas produk, prosedur pembayaran, informasi produk, lokasi penjualan, potongan harga dan media pengenalan produk, waktu promosi dan desain produk, variasi produk, dan pengenalan produk secara langsung. Berdasarkan faktor baru yang terbentuk maka diperoleh beberapa usulanusulan bagi pengembangan industri permainan interaktif di kota Bandung. Usulan kebijakan tersebut antara lain adalah : Menciptakan kemudahan sistem dan prosedur untuk mendapatkan bahan baku bagi para pihak produsen permainan interaktif, Memperbanyak jumlah lembaga yang berkaitan dengan pelatihan dan pembinaan SDM, Memberikan suatu wadah bagi pihak produsen untuk dapat mengenalkan produk yang dihasilkan secara lebih luas kepada pasar, Memperbanyak jumlah lembaga yang dapat memberikan pinjaman dana, Membuat suatu system penetapan Hak Atas Kekayaan Industri, Meningkatkan jumlah Unit Pelayanan Teknis (UPT) bagi para produsen permainan interaktif, Menciptakan suatu sistem sosialisasi yang merata dan kemudahan prosedur terhadap setiap usulan kebijakan yang ada.