// <![CDATA[ANALISIS MENGENAI PENYEBAB MAHASISWA YANG TIDAK MELANJUTKAN KULIAH DI ITENAS MENGGUNAKAN METODE LOST CUSTOMER ANALYSIS]]> 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 1 Fauzia/13-2004-063 Penulis
Di Kota Bandung, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) merupakan salah satu perguruan tinggi yang cukup diminati. Mahasiswa baru yang mendaftar di Itenas mengalami perubahan. Dilihat dari data jumlah mahasiswa angkatan 2005 sampai dengan angkatan 2007, jumlah mahasiswa yang mendaftar ke Itenas mengalami peningkatan. Namun terdapat pula fluktuasi jumlah mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah. Itenas menganggap selama ini mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah pindah ke perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi pada kenyataannya mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah ada yang menganggur dan bekerja. Selain itu mungkin juga ada yang pindah ke perguruan tinggi swasta (PTS) lain, jika ada perlu diketahui apa yang menyebabkan mahasiswa tersebut pindah ke PTS lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan analisis mengenai mahasiswa Itenas yang tidak melanjutkan kuliah, berdasarkan hasil pengukuran lost customer analysis, sehingga Itenas dapat memperkecil tingkat mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari wawancara dengan mahasiswa Itenas dan menggunakan Jurnal Student Satisfaction Inventory (SSI), didalam jurnal ini terdapat 11 dimensi tetapi yang digunakan hanya 5 dimensi karena disesuaikan dengan kondisi kenyataan Itenas. Dalam penelitian ini menggunakan metode Lost Customer Analysis. Metode Lost Customer Analysis dapat digunakan untuk perguruan tinggi manapun yang mengalami permasalahan Lost Customer. Metode ini menggunakan cara menghubungi para mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah agar dapat mencari tahu factor-faktor mengapa hal ini dapat terjadi dan dapat mengambil kebijakan perbaikan untuk dimasa yang akan datang. Pada penelitian ini bukan hanya melakukan wawancara terhadap mahasiswa yang keluar saja, tetapi mengukur tingkat kehilangan mahasiswa, dimana peningkatan kehilanggan mahasiswa menunjukkan kegagalan suatu perguruan tinggi swasta dalam memuaskan mahasiswanya. Responden yang dijadikan sampel adalah mahasiswa Itenas angkatan 2007 pada tingkat 1 yang tidak kuliah lagi dan yang pernah merasakan kuliah di Itenas. Jumlah mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah 205 orang, tetapi karena terdapat berbagai alasan maka responden yang didapat hanya 45 orang. Teknik sampling yang digunakan accidental sampling. Dari penelitian ini didapat faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa tidak melanjutkan kuliah adalah pindah ke perguruan tinggi swasta (PTS) lain, PTN, menganggur, bekerja, meninggal dunia, dan tidak dapat dihubungi memiliki persentase terbesar 39% dari 205 mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah. Berdasarkan modus, rata-rata dan frekuensi Mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah karena pindah ke PTS lain disebabkan karena matakuliah sulit, padatnya jam kuliah, dosen memberikan tugas banyak, kegiatan praktikum, studio menyita waktu, sulit mendapatkan nilai atau IPK kecil, kurangnya pemahaman tentang jurusan yang diambil, biaya kuliah mahal tidak sesuai dengan fasilitas yang didapat, dan institute kurang menyediakan fasilitas pelayanan yang lengkap dan terawat.