// <![CDATA[PERBAIKAN COST BENEFIT SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA UNIT PRASKA DENGAN METODE CENTRO REGIONAL DE SEGURIDAD Y SALUD OCCUPATIONAL (CERSSO) DI PT. PINDAD PERSERO BANDUNG]]> GITA GILANG KENCANA / 13-2005-108 Penulis 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) adalah hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan dan dijadikan keharusan sebagaimana telah diatur pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/1996. PT. PINDAD Persero Bandung memproduksi barang-barang untuk keperluan militer, dimana proses produksinya tergolong berbahaya. SMK3 telah diterapkan oleh perusahaan sejak tahun 1987, akan tetapi belum secara optimal karena perlunya membeli alat pelindung diri (APD), spanduk-spanduk yang memerlukan dana yang memang besar. Mematahkan anggapan perusahaan mengenai dana penerapan SMK3 yang besar diperlukan suatu metode yang dapat menganalisis cost-benefit SMK3. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis cost-benefit penerapan SMK3 adalah Metode Centro Regional De Seguridad Y Salud Occupational (CERSSO). Penelitian ini ditujukan untuk mengukur cost benefit SMK3 dengan Metode CERSSO. Sebelum melakukan tahap-tahap pada Metode CERSSO, perlu dilakukan identifikasi sumber bahaya sebagai gambaran awal dari lantai produksi. Metode CERSSO terdiri dari beberapa langkah, yaitu: risk assessment, hubungan sebab akibat, keputusan untuk tindakan preventif, perhitungan biaya K3, dan membandingkan cost-benefit untuk intervensi K3 secara keseluruhan. Risk assessment diperlukan untuk mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi pada setiap operasi baik dari sudut pandang peneliti maupun pekerja. Hubungan sebab akibat diperlukan untuk mengetahui sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya dampak dari risiko (dampak kesehatan). Keputusan untuk tindakan preventif diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak kesehatan dengan menggunakan pendekatan hierarchy of control. Perhitungan biaya K3 diperlukan untuk melihat seberapa besar dana yang dikeluarkan untuk tindakan preventif dan biaya untuk mengurangi atau menghilangkan dampak kesehatan. Membandingkan cost-benefit untuk intervensi K3 diperlukan untuk memperlihatkan keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan apabila menerapkan tindakan preventif yang terpilih, untuk keuntungan yang diperoleh dilakukan dengan perhitungan ekonomi teknik. Hasil dari penelitian adalah biaya usulan tindakan preventif dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi dampak kesehatan. Dengan menggunakan tindakan preventif yang diusulkan sebesar Rp. 786.200 perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya dampak kesehatan sebesar Rp. 1.284.236 setiap tahunnya. Biaya-biaya tersebut dibandingkan dengan menggunakan ekonomi teknik, sehingga dapat diketahui keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan apabila menerapkan tindakan preventif.