RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BERJENIS JOBSHOP MAKE TO ORDER / ENGINEERING TO ORDER
Sistem manufaktur bervolume tinggi dan berlaju tinggi atau yang biasa disebut sistem laju tinggi (high‐speed system) adalah suatu sistem yang menghasilkan ratusan atau bahkan ribuan produk dalam satu menit. Sistem laju tinggi ini biasanya digunakan oleh industri manufaktur yang menerapkan produksi massal (mass production). Simulasi dapat digunakan untuk menganalisis suatu sistem laju tinggi. Septiyana (2007) mengembangkan model simulasi mesin dasar (basic machine) system manufaktur bervolume tinggi dan berlaju tinggi (sistem laju tinggi). Dalam merepresentasikan system nyatanya basic machine menggunakan pendekatan discrete model. Pada kenyataannya, terdapat industri yang merupakan gabungan antara discrete dan continuous system. Sebelum Septiyana (2007) telah dilakukan penelitian yang membahas isu ini (Huda & Chung, 2002), akan tetapi penelitian yang mereka lakukan lebih kepada karakteristik industri yang merupakan gabungan antara discrete dan continuous system. Penelitian ini membahas simulasi untuk sistem laju tinggi yang menggunakan gabungan discrete dan continuous model dalam merepresentasikan sistem nyata. Model simulasi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model simulasi filling machine pada sistem manufaktur laju tinggi volume tinggi yang dapat diimplementasikan ke dalam perangkat lunak Arena. Model simulasi dihasilkan setelah melalui tiga tahap pengembangan. Tahap pertama adalah model simulasi filling machine dengan update time, tahap kedua, model simulasi filling machine dengan update time dan event terencana, dan tahap ketiga, model simulasi filling machine dengan update time, event terencana, dan breakdown mesin. Model yang dihasilkan penelitian ini merupakan model simulasi tahap akhir yang merupakan model simulasi yang paling kompleks dan mencakup pengembangan tahap sebelumnya. Performansi dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan 4 contoh kasus. Contoh Kasus 1 digunakan untuk menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat mengakomodasi beberapa lintasan paralel. Contoh Kasus 2 digunakan untuk menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat mengakomodasi lintasan yang terdiri dari beberapa mesin serial. Contoh Kasus 3 digunakan untuk menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat mengakomodasi variasi masalah yaitu terhentinya filling machine ketika dilakukan pengisian tank. Contoh Kasus 4 digunakan untuk membandingkan model simulasi yang dikembangkan dengan simulasi discrete‐event berbasis entitas. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: penelitian ini telah berhasil mengembangkan model simulasi filling machine pada sistem manufaktur bervolume tinggi dan berlaju tinggi, yang dapat diimplementasikan dalam perangkat lunak Arena. Model simulasi filling machine dapat berintegrasi dengan model simulasi basic machine yang telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Model simulasi yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk berbagai macam kasus yang berkaitan dengan sistem laju tinggi. Hasil implementasi dalam perangkat lunak Arena dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan analisis sistem laju tinggi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BERJENIS JOBSHOP MAKE TO ORDER / ENGINEERING TO ORDER ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BERJENIS JOBSHOP MAKE TO ORDER / ENGINEERING TO ORDER ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
MLA Style
.RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BERJENIS JOBSHOP MAKE TO ORDER / ENGINEERING TO ORDER ().Teknik Industri:FTI,2009.Text
Turabian Style
.RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR BERJENIS JOBSHOP MAKE TO ORDER / ENGINEERING TO ORDER ().Teknik Industri:FTI,2009.Text