// <![CDATA[IMPLEMENTASI KONSEP LEAN MANUFACTURING DENGAN MENGGUNAKAN METODA VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS DI PT. ASTRA HONDA MOTOR PLANT I, DIVISI PAINTING STEEL)]]> IRWANSYAH AGUSTINO HARAHAP / 13.1999.112 Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Lean Manufacturing merupakan sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi atau mengeliminasi pemborosan (waste) melalui perbaikan dan pengembangan secara terus menerus melalui identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah yang merupakan pemborosan (waste). Dalam konsep Lean Manufacturing terdapat delapan jenis pemborosan yaitu overproduction, waiting, transportation, extra processing, inventories, motions, defects, dan underutilized people. PT Astra Honda Motor (PT. AHM) merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Indonesia yang bergerak di bidang industri otomotif sepeda motor dengan aktivitas bisnis berupa Manufacturing sepeda motor Honda serta pembuatan dan distribusi Spare Part sepeda motor Honda. Permasalahan yang terjadi di perusahaan khususnya di Divisi Painting Steel I adalah adanya pemborosan yang diakibatkan oleh proses rework/repair pada proses produksi pengecatan frame body. Hal ini dapat diketahui melalui wawancara langsung dengan pihak perusahaan dan pengamatan langsung di lantai produksi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat usulan perbaikan pada proses produksi pengecatan frame body kemudian mengimplementasikannya dengan menggunakan konsep Lean Manufacturing sehingga perusahaan dapat mengurangi proses rework/repair dan meningkatkan jumlah produksi yang secara tidak langsung akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dalam penelitian ini akan dikembangkan rancangan strategi perbaikan dengan menggunakan konsep Lean Manufacturing. Penelitian dilakukan berdasarkan pengamatan langsung pada lantai produksi perusahaan dan melihat semua aktivitas di dalamnya. Langkahlangkah penelitian yang dilakukan adalah Identifikasi Current State Mapping, disini dilakukan pengidentifikasian terhadap hal-hal yang berhubungan dalam proses produksi yang dibutuhkan untuk memetakan kondisi perusahaan saat ini agar dapat diketahui permasalahan yang terjadi. Kemudian melakukan pemetaan Design Future Map yaitu melakukan perancangan peta proses produksi yang baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selanjutnya dilakukan Implementasi Improvement untuk mencari akar permasalahan, agar ketika menggunakan Design Future Map permasalahan yang timbul pada Current State Map tidak muncul kembali. Tahap akhir yang dilakukan adalah Pengendalian Improvement, yaitu melakukan standarisasi proses produksi dengan menggunakan hasil penelitian. Data hasil penelitian akan digunakan untuk memetakan Current State Map sebagai gambaran awal kondisi perusahaan saat ini. Berdasarkan hasil pemetaan Current State Map, dapat diketahui bahwa kinerja dari proses gerinda sangat kecil hal ini didapat dari nilai PCE (Process Cycle Efficiency) dari masing-masing proses. Berdasarkan analisis pemetaan Current State Map maka dapat dilakukan proses penentuan akar permasalahan yang terjadi dengan menggunakan metode Current Reality Tree. Setelah akar permasalahan ditemukan, dilakukan perancangan usulan perbaikan yang bertujuan untuk menghilangkan pemborosan di lantai produksi perusahaan. Dengan menerapkan usulan perbaikan tersebut, perusahaan melakukan penghematan sebesar Rp 37.360.000,- per tahun.