// <![CDATA[KEBIJAKAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU KEDELAI AGROINDUSTRI TAHU KARYOU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONDISI HARGA KEDELAI]]> SITI NURADZANI RAMADHANI / 13-2004-039 Penulis Ir., Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Kedelai adalah salah satu komoditi pangan utama di Indonesia setelah padi dan jagung. Fluktuasi harga kedelai menyebabkan pengaruh negatif bagi industri pengolahan tahu dan tempe. Salah satu produsen tahu di Bandung adalah Agroindustri Tahu Karyou. Fluktuasi harga kedelai mempengaruhi sistem produksi tahu Karyou terutama dalam hal persediaan bahan baku utama tahu yaitu kedelai. Saat ini Karyou memesan kedelai 2 minggu sekali, kecuali pada kondisi harga kedelai sedang menguntungkan pihak perusahaan, Karyou seringkali memesan kedelai dalam jumlah banyak (diatas jumlah pemesanan biasa). Jumlah pemesanan yang terlalu banyak dapat mengakibatkan adanya penumpukan kedelai di gudang, pemesanan yang terlalu sedikit juga akan mengakibatkan kerugian karena hilangnya penjualan tahu. Perusahaan belum memiliki perhitungan penentuan jumlah pemesanan baik saat kondisi harga kedelai normal maupun sedang menguntungkan. Penghematan biaya pun memungkinkan untuk dilakukan yaitu dengan mengatur jumlah pemesanan kedelai, oleh karena itu Karyou memerlukan suatu sistem persediaan bahan baku kedelai untuk mendukung kinerja perusahaan. Sistem persediaan bahan baku kedelai yang dirancang disesuaikan dengan kondisi harga kedelai. Ada empat kondisi yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu kondisi 1 saat harga kedelai tetap menggunakan model persediaan Economic Order Quantity (EOQ) / Model Q, kondisi 2 saat harga kedelai diketahui akan naik menggunakan Model Q with Known Price Increase , kondisi 3 saat terdapat potongan harga kedelai yaitu menggunakan Model Q with Special Sale Prices , kondisi 4 saat harga kedelai turun menggunakan model yang sama dengan saat harga kedelai tetap. Output yang dihasilkan dari rancangan sistem persediaan ini adalah jumlah pemesanan (Q*), jumlah pemesanan khusus yang optimal ( * ˆQ ), penghematan biaya (g*), total ongkos minimum (TC), dan Reorder Point (B). Sistem persediaan ini diaplikasikan pada software Microsoft Excel 2007 menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Aplikasi software ini digunakan untuk mempermudah perusahaan dalam mengambil keputusan persediaan bahan baku kedelai. Penghematan biaya dapat dilakukan pada saat harga kedelai diketahui akan naik yaitu dan saat terdapat potongan harga kedelai. Apabila penghematan biaya (g*) bernilai negatif, maka sebaiknya perusahaan tidak melakukan pemesanan khusus. Selain itu melalui rancangan sistem persediaan ini perbaikan yang dapat dilakukan adalah perusahaan dapat mengetahui secara pasti kapan harus memesan kedelai ke supplier yaitu dengan melihat reorder point. Hasil uji coba rancangan sistem persediaan bahan baku kedelai menunjukkan bahwa perusahaan mengurangi biaya persediaan. Contoh pada kondisi 1, total biaya persediaan untuk periode perncanaan 3 bulan yang didapat menggunakan perhitungan perusahaan saat ini adalah Rp. 170.595.432,50, sedangkan total biaya persediaan yang didapat menggunakan perhitungan rancangan sistem persediaan adalah Rp. 170.419.383,00.