// <![CDATA[ANALISIS KEBIJAKAN DAN KEBUTUHAN INDUSTRI KREATIF STASIUN RADIO DI KOTA BANDUNG]]> DJODI ARDHI WIBOWO / 13-2004-138 Penulis 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Industri kreatif adalah industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Saat ini industri yang mengandalkan kreativitas sangat dibutuhkan agar dapat bersaing dan mempunyai ciri khas. Pada akhir juli 2007 telah diselenggarakan pertemuan antar negara di Kota Yokohama Jepang, untuk memilih beberapa kota di dunia sebagai proyek percontohan kota berbasis ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Kota Bandung di Indonesia. Kota Bandung sebagai proyek percontohan kota berbasis ekonomi kreatif harus dapat lebih mengembangkan industri-industri kreatifnya. Salah satu industri kreatif yang saat ini dilihat kompetensinya adalah stasiun radio. Industri kreatif memiliki beberapa ciri, salah satunya adalah produk yang dihasilkan selalu berbeda dengan yang lain. Mengacu pada definisi tersebut maka industri kreatif stasiun radio dapat didefinisikan sebagai stasiun radio yang mampu menghasilkan acara yang baru dan berbeda dengan stasiun radio lain. Perkembangan stasiun radio di Kota Bandung saat ini sangatlah pesat, hal ini dapat dilihat dengan lebih dari 45 stasiun radio swasta yang beroperasi di frekuensi FM Kota Bandung. Banyaknya jumlah stasiun radio di Kota Bandung membuat persaingan antar stasiun radio sangat ketat. Sayangnya hal tersebut belum didukung dengan kebijakan dan dukungan yang cukup dari pemerintah. Agar dapat lebih mengembangakan industri kreatif stasiun radio, maka perlu dilakukan analisis mengenai kebijakan dan kebutuhan industri kreatif stasiun radio saat ini. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor. Metode Analisis Faktor berguna untuk menghilangkan faktor-faktor yang tidak dibutuhkan dan membentuk faktor-faktor baru. Sudut pandang yang diambil pada penelitian ini adalah dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang produsen dan dari sudut pandang pemerintah. Dari hasil Analsis Faktor didapatkan beberapa faktor baru, yaitu kualitas sumber daya manusia dan sarana penunjang, promosi langsung dan penyedia infrastruktur, promosi melalui media dan teknologi, serta dukungan pemerintah dan instansi lain. Dari keempat faktor tersebut didapatkan bahwa berdasarkan dari pengertian industri kreatif itu sendiri maka pemerintah sebaiknya lebih meningkat bantuan dalam bidang kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dapat lebih berkreasi dan berinovasi sehingga industri kreatif stasiun radio dapat lebih berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian bangsa, terutama perekonomian daerah tersebut.