// <![CDATA[PENGATURAN JADWAL PETUGAS DELIVERY SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN ROTASI SHIFT PADA RESTORAN CEPAT SAJI]]> KHARISMA PRATIWI / 13-2004-031 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengalokasikan tenaga kerja delivery menjadi sistem kerja shift rotasi. Untuk mengatasi efek negatif yang dirasakan sehubungan dengan shift kerja, maka pada penelitian ini penjadwalan tenaga kerja dalam bentuk shift yang dilakukan tetap memperhatikan distribusi waktu tiap pekerja meliputi lamanya kerja sebelum libur, jumlah kerja malam, distribusi waktu luang/ waktu luang terpanjang, dan interval libur di hari minggu guna menjaga keseimbangan Circardian Rhythm. Circardian Rhythm (jam biologis) yaitu siklus kehidupan manusia yang mengikuti suatu pola umum yang secara alamiah mereka bangun pada siang hari dan tidur beristirahat pada malam hari atau suatu ritme perubahan fungsi-fungsi tubuh individu yang terjadi dalam waktu 24 jam. Penelitian dilaksanakan di sebuah cabang restoran cepat saji di bandung pada pekerja delivery-nya atau disebut rider. Pembagian shift kerja restoran saat ini pada 12 pekerjanya yaitu, terdapat 9 shift kerja yang dialami bergantian setiap harinya. Pada penjadwalan usulan, ke 12 pekerja delivery dibagi menjadi 4 grup pekerja yang mesing-masing grup terdiri dari 3 orang. Shift yang yang dimiliki diganti menjadi 3 shift umum yaitu pagi, sore, malam. Tiga model rotasi yaitu model 1, model 2 (metropolitan Rota), model 3 (continental rota) digunakan untuk mengetahui distribusi waktu tiap pekerja meliputi lamanya kerja sebelum libur, jumlah kerja malam, distribusi waktu luang/ waktu luang terpanjang, dan interval libur di hari minggu guna menjaga keseimbangan Circardian Rhythm namun tetap memperhatikan produktivitas bekerja para pekerja delivery. Setelah melakukan perbandingan antara tiga model rotasi yang diusulkan, model 2 (metropolitan rota merupakan model rotasi yang cocok diterapkan pada restoran karena Penjadwalan Rider akan lebih teratur karena jadwal dibuat menjadi 3 shift pagi (07.00-15.00), sore(15.00-23.00), dan malam(23.00-07.00). Model 2 juga diketahui dapat meningkatkan nilai produktivitas pada setiap jamnya, hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan shift usulan, restoran dapat mengurangi waktu menganggur pekerja setiap jamnya sebanyak 7,15% dari shift yang sudah ada saat ini. Waktu luang terpanjang akan memudahkan pekerja untuk melakukan aktifitas lainnya seperti kebutuhan untuk tidur, melakukan kegiatan keluarga dan kegiatan social lainnya. Pada penelitian ini terlihat waktu luang terpanjang terdapat juga pada shift kerja dengan model 2. Restoran ini hendaknya lebih memperhatikan alokasi tenaga kerja dalam melakukan penjadwalan tenaga kerjanya. Restoran juga harus tetap memperhatikan distribusi waktu yang dimiliki pekerja setelah bekerja hingga mereka bekerja kembali keesokan harinya tanpa mengurangi produktivitas setiap pekerjanya.