// <![CDATA[PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS DI PERUM DAMRI BANDUNG)]]> 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 RULLY SAPUTRA / 13.2004.075 Penulis
PERUM DAMRI Bandung adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan dan mempunyai tujuan untuk memberikan pelayanan yang memudahkan perpindahan seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya. PERUM DAMRI dituntut untuk dapat mewujudkan organisasinya sesuai dengan visi dan misi perusahaan agar mampu menghadapi persaingan yang ketat di masa yang akan datang. Untuk dapat menghadapi persaingan tersebut sudah seharusnya PERUM DAMRI Bandung berbenah diri dalam segala hal dan mengoptimalkan segala kemampuan yang ada. Oleh karena itu PERUM DAMRI Bandung harus memiliki kinerja yang baik dan memiliki alat pengukuran kinerja yang tepat sehingga mampu memperlihatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Salah satu metoda yang dapat mewujudkan itu semua adalah Balanced Scorecard. Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategik yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolok ukur kinerja untuk 4 perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Untuk hasil perhitungan performansi masing-masing perspektif didapat nilai sebagai berikut: 1. Perspektif keuangan memiliki nilai sebesar 3,744 (Baik) 2. Perspektif pelanggan memiliki nilai sebesar 2,752 (Cukup) 3. Perspektif bisnis internal memiliki nilai sebesar 1,794 (Kurang Sekali) 4. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memiliki nilai sebesar 3,251 (Cukup) Setelah penilaian terhadap setiap perspektif Balanced Scorecard kemudian dilakukan analisis pencapaian target untuk masing-masing tolok ukur, setiap tolok ukur mempunyai hubungan keterkaitan satu sama lain. Dari hasil analisis performansi keseluruhan diperoleh bahwa PERUM DAMRI hanya memperhatikan pada sektor keuangan saja dan tidak melihat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Sehingga bila PERUM DAMRI tidak secepatnya melakukan suatu perubahan, maka perusahaan PERUM DAMRI tidak akan bertahan lama. Dalam penelitian ini dihasilkan usulan peningkatan performansi kinerja perusahaan berdasarkan hasil pencapaian tolok ukur setiap perspektif Balanced Scorecard. usulan peningkatan performansi tersebut adalah: 1. Perusahaan harus lebih sering memperhatikan terhadap perawatan setiap mesin bus yang akan dioperasikan dijalan raya. 2. Perusahaan harus bisa membagi pengoperasian bus DAMRI berdasarkan keadaan kondisi bus tersebut dan jadwal pengoperasian bus pada jalurnya. 3. Perusahaan merubah suasana pada halte bus DAMRI sehingga calon penumpang yang sedang menunggu bus merasa nyaman. 4. Kondektur bus DAMRI harus lebih sering mengawasi keadaan kondisi didalam bus untuk menghindari adanya tindakan kriminal. 5. Perusahaan membuat kotak saran yang berguna untuk mengkritik kinerja dari PERUM DAMRI, baik itu dilihat dari pegawainya maupun keadaan kondisi didalam bus DAMRI. 6. Sering adanya pengecekan yang rutin terhadap kondisi bus sebelum melakukan keberangkatan oleh sopir bus. 7. Perusahaan melakukan pengawasan khusus terhadap kinerja pegawainya. 8. Perusahaan melakukan pemindahan tempat training menjadi didalam area perusahaan untuk mengurangi biaya training dan training bisa lebih sering dilakukan.