// <![CDATA[GALERI PERFILEMAN NASIONAL DI BANDUNG]]> DAVID HIDAYATULLAH MUCHLIS / 21.2006.120 Dosen Pembimbing 1
Galeri Perfilman Nasional merupakan suatu sarana yang menawarkan sarana wisata edukasi dan informasi bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk dapat meningkatkan ketertarikan atau minat serta apresiasi terhadap dinamissasi dunia perfilman di Indonesia. Proyek Tugas Akhir ini berlatar belakang pada kebutuhan masyarakat dan pelaku-pelaku industri perfilman untuk sebuah sarana media yang dapat menginformasikan secara terbuka koleksi-koleksi film yang ada serta memberikan edukasi mengenai seluk beluk internal industri perfilman di Indonesia dengan mewujudkan sebuah galeri dan perpustakaan perfilman Indonesia. Secara fisik memiliki fasilitas informasi dan edukasi secara aktif maupun pasif, hal ini diharapkan dapat terus memacu dinamika dan eksistensi karya seni perfilman Indonesia yang tidak lepas dari peran dan tanggung jawab semua elemen masyarakat terutama sineas-sineas muda yang banyak bermunculan dewasa ini dengan berbagai tema yang kreatif dalam karya-karya film independen. Saat ini produksi film Indonesia secara kualitas maupun kuantitas terus meningkat. Karya perfilman Indonesia juga telah mampu memperoleh apresiasi dan penghargaan internasional. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah Kontinuitas Ruang pada Area Publik. Pemahaman tema tersebut tidak lepas dari pengertian dasar sebuah ruang sebagai kebutuhan utama manusia. Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologi emosional (persepsi), maupun dimensional. Terkadang ruang yang diciptakan dapat bertujuan untuk mengarahkan dan menstimulasi perilaku manusia sehingga timbul bentuk respon yang diinginkan. Karena itu ruang dapat menjadi suatu kem monotonan yang membosankan jika tidak ada kontinuitas dalam perwujudannya. Proyek Tugas Akhir ini memiliki tujuan diantaranya untuk melengkapi fasilitas dalam kegiatan pelestarian koleksi-koleksi film nasional, menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat meningkatkan ketertarikan atau minat serta apresiasi masyarakat terhadap dunia perfilman sehingga dapat meningkatkan dan memajukan dunia perfilman nasional, serta menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat memberikan informasi tentang sejarah perkembangan dunia perfilman hingga saat ini yang mencakup semua genre film dan pelaku-pelakunya. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan,dan studi banding), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta menjadi salah satu referensi dalam mewujudkan bentuk sarana yang informatif bagi masyarakat awam terhadap koleksi-koleksi film yang bernilai sejarah maupun film-film bertema kreatif.