// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KUALITAS KELENGKAPAN DAN KENYAMANAN SARANA PRASARANA FASILITAS ITENAS MENGGUNAKAN TEKNIK PARETO PRIORITY INDEX]]> RINI YUNIAR / 13.2005.050 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 1 0421067501 - Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT. Dosen Pembimbing 2
Persaingan yang semakin ketat diantara perguruan tinggi swasta lainnya, menuntut Institut Teknologi Nasional (Itenas) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, untuk memberikan pelayanan dengan kualitas yang baik kepada mahasiswa. Kualitas pelayanan yang diberikan Itenas belum sepenuhnya memenuhi kepentingan, kepuasan dan harapan mahasiswa, sehingga dari hasil penelitian sebelumnya masih terdapat atribut-atribut kualitas pelayanan negatif dimasing-masing fakultas, yaitu Fakultas Teknik Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Aspekaspek tersebut diduga menjadi salah satu faktor penyebab adanya penurunan kualitas pelayanan di Itenas. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan Itenas secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan prioritas alternatif perbaikan peningkatan kualitas pelayanan Itenas berdasarkan teknik Pareto Priority Index (PPI). Penurunan variabel kualitas pelayanan menghasilkan nilai persepsi, ekspektasi dan tingkat kepentingan dimasing-masing fakultas, yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan pendekatan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Servqual, yang dapat mengukur tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa di tiap fakultasnya. Pada penelitian ini dilakukan penggabungan permasalahan dari ketiga fakultas, sehingga menjadi permasalahan Itenas secara keseluruhan. Penggabungan variabel dilakukan berdasarkan pada item pernyataan yang sejenis dari 3 fakultas, yang selanjutnya dilakukan penentuan prioritas berdasarkan kondisi yang terjadi dan menganalisis penyebab permasalahan dari rendahnya kualitas pelayanan di Itenas sebagai dasar penyusunan alternatif-alternatif perbaikan. Penentuan prioritas diperoleh berdasarkan alternatif perbaikan melalui pendekatan dengan menggunakan teknik Pareto Priority Index (PPI). Teknik Pareto Priority Index (PPI) merupakan salah satu teknik untuk menentukan prioritas alternatif-alternatif perbaikan yang harus dilakukan terlebih dahulu, berdasarkan nilai alternatif perbaikan terbesar yang mempertimbangkan dari segi waktu, ongkos, peluang sukses dan manfaat jika alternatif ini dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kondisi-kondisi kelengkapan dan kenyamanan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan. Kondisi yang telahditetapkan, yaitu kondisi papan pengumuman, ruang kelas, peralatan dan perlengkapan kelas, tempat ibadah, toilet dan lain-lain. Berdasarkan penilaian terhadap kondisi tersebut yang memiliki nilai negatif (-) perlu dilakukan perbaikan. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil rekapitulasi untuk kondisi gedung dan fasilitas sarana dan prasarana yang menghasilkan rata-rata nilai -0,416 artinya kondisi tersebut kurang baik. Kondisi fasilitas pelayanan kelengkapan dan kenyamanan sarana dan prasarana yang paling bermasalah adalah sarana sanitasi yang tidak tersedia dengan nilai -3,000. Selanjutnya dari kondisi tersebut dicari penyebab-penyebab yang terjadi hingga ke akar permasalahan, kemudian ditentukan alternatifalternatif perbaikan yang akan di usulkan menjadi prioritas alternatif perbaikan. Penentuan prioritas alternatif perbaikan diperoleh berdasarkan hasil perhitungan nilai alternatif perbaikan terbesar dengan menggunakan teknik Pareto Priority Index (PPI). Dari 7 alternatif perbaikan terdapat 2 nilai terbesar. Prioritas alternatif perbaikan pertama yaitu pelaksanaan penyuluhan untuk mengetahui standar tentang ketersediaan sarana sanitasi, kebersihan ruang kelas dan toilet. Prioritas alternatif perbaikan kedua yaitu dilakukan pemantauan, pengawasan, dan pemeriksaan pelaksaan pemeliharaan kebersihan lingkungan kampus secara rutin. Hasil analisis yang diperoleh berupa usulan perbaikan, yaitu merancang sistem peraturan pengawasan tentang kebersihan lingkungan kampus. Usulan perbaikan ini diharapkan dapat membantu Itenas dalam meningkatkan mutu kualitas pelayanan untuk mengurangi ketidakpuasan yang dirasakan oleh mahasiswa.