// <![CDATA[IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI JUMLAH CACAT MAYOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA]]> NICO ADHITYA K / 13.1999.187 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Kualitas produk merupakan salah satu indikator perusahaan untuk mendapakatkan pangsa pasar. Pertambahan nilai kualitas produk yang dihasilkan akan memberikan timbal balik berupa nilai tambah bagi konsumen baik dari segi manfaat maupun fungsinya. PT. X merupakan salah satu produsen tekstil terbesar di region lokal Bandung. Untuk menghadapi persaingan yang terjadi saat ini diperlukan kualitas produk yang baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi dengan menurunkan jumlah cacat mayor terbesar dengan menggunakan metode six sigma. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah cacat mayor terbesar yang terjadi pada lini produksi DF (Dyeing and Finishing) untuk produk kain. Dari data yang diperoleh dari bagian produksi, diketahui bahwa cacat mayor terbesar adalah kotor obat. Sedangkan pengurutan cacat mayor terbesar dilakukan dengan menggunakan diagram batang. Berdasarkan fishbone dan relationship diagram, diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya kotor obat adalah permeabilitas saringan yang tidak mampu menyaring campuran obat dan spesifikasi permeabilitas saringan yang tidak sesuai dengan agregat saringan untuk industri tekstil menurut SNI. Setelah dilakukan penggantian saringan baru, kemudian dilakukan implementasi. Setelah itu dilakukan perbandingan antara nilai DPMO dan sigma rata-rata sebelum implementasi dan setelah implementasi. Didapat hasil bahwa setelah implementasi usulan, nilai DPMO mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan dan nilai sigma mengalami penurunan. Tetapi apabila dilihat dari jumlah cacat mayor kotor obat yang menjadi subjek penelitian terjadi penurunan yang signifikan. Peningkatan nilai DPMO dan penurunan nilai sigma dimungkinkan karena penyebab cacat yang tidak berkaitan dan sistem perawatan mesin yang buruk dalam sistem maintenance perusahaan. Metode peningkatan kualitas six sigma secara terpisah atau parsial untuk masing-masing jenis cacat, memungkinkan penurunan nilai DPMO dan Sigma.