// <![CDATA[RANCANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MAHASISWA DI JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI ITENAS MENGGUNAKAN KANSEI ENGINEERING]]> HENDRY TOGA MANALU / 13.2005.087 Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 2 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1
Salah satu indikator mutu suatu Perguruan Tinggi adalah prestasi mahasiswa. Hal tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada indeks prestasi mahasiswa. Pada umumnya, matakuliah yang bersifat kuantitatif menjadi kendala dalam usaha meningkatkan prestasi mahasiswa yaitu mahasiswa sering merasa bosan dengan pelajaran yang bersifat kuantitatif karena sudah dipelajari sejak masih dibangku sekolah dasar sampai dengan kuliah tingkat pertama. Pelajaran yang bersifat kuantitatif itu diantaranya pelajaran Matematika, Fisika, Konsep Teknologi dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan strategi pembelajaran. Perancangan strategi pembelajaran dapat dilakukan dengan metode Kansei Engineering. Metode Kansei Engineering adalah metode perancangan produk ataupun jasa berdasarkan perasaan dan keinginan konsumen. Metode Kansei Engineering ini terdiri dari kansei word yang merupakan kata-kata berdasarkan keinginan mahasiswa dan product properties merupakan cerminan dari kata-kata kansei yang baku dan berdasarkan literatur. Responden yang menjadi kajian pada penelitian ini adalah mahasiswa Teknik dan Manajemen Industri angkatan 2008 yang baru memasuki semester 3 sehingga hasil rancangan dapat diterapkan untuk mendesain strategi pembelajaran yang bersifat kuantitatif pada semester berikutnya. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh 4 konsep strategi pembelajaran, yaitu konsep kreativitas pengajar, konsep pemberian materi, konsep kemampuan komunikasi, dan konsep sarana penunjang. Setiap konsep memiliki kansei word dan product properties yang terpilih dan merupakan rancangan strategi pembelajaran mahasiswa berdasarkan keinginan mahasiswa. 1. Konsep kreativitas pengajar terdiri dari pengajar yang berpengalaman, memiliki kemampuan untuk memotivasi mahasiswa dengan memberikan semangat, dan respon pengajar yang cepat tanggap. 2. Konsep pemberian materi terdiri dari cara pemberian materi dengan diskusi, adanya referensi berupa handbook, adanya evaluasi berupa tugas, dan materi yang terstruktur. 3. Konsep kemampuan komunikasi terdiri dari pengajar selalu punya waktu untuk bertemu mahasiswa, menggunakan alat peraga, dan dapat menciptakan suasana kelas yang santai. 4. Konsep sarana penunjang terdiri dari terdiri dari penampilan pengajar yang sederhana, dan memiliki fasilitas fisik di kelas berupa ruangan AC. Rancangan ini merupakan prioritas utama yang diinginkan mahasiswa ketika belajar di kelas berdasarkan hubungan antara kansei word dan product properties. Namun demikian, rancangan ini harus disesuaikan dengan kemampuan pengajar sehingga hasil rancangan ini memiliki fleksibilitas terhadap kemampuan pengajar.