// <![CDATA[USULAN KEBIJAKAN PERAWATAN MESIN PRODUKSI BRIKET BATUBARA DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (STUDI KASUS PADA CV. SINAR TEKNIK UTAMA - BANDUNG)]]> BARRY JEBRAEL / 13.2000.182 Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Dalam industri manufaktur, ketersediaan mesin / alat sangatlah penting untuk menjamin keberlangsungan proses produksi. Kegagalan pada mesin / alat produksi dapat mengakibatkan risiko yang tidak diinginkan, seperti penurunan kualitas produk, cacat produk, bertambahnya waktu proses, terjadi waste, hingga terjadinya kecelakaan kerja, yang pada akhirnya menimbulkan biaya tambahan yang mengurangi profit perusahaan. Untuk mencegah terjadinya failure atau kerusakan mesin, perlu dilakukan proses perawatan yang memadai. CV. Sinar Teknik Utama yang merupakan perusahaan skala kecil, belum memiliki standar prosedur operasi dalam melaksanakan kegiatan perawatan. Perawatan dilakukan berdasarkan inisiatif dan analisa dari teknisi mesin. Tidak adanya standar prosedur perawatan yang baku akan menyulitkan operator baru dan orang awam untuk melaksanakan tindakan perawatan mesin produksi briket batubara di perusahaan. Saat ini, CV. STU melakukan kegiatan perawatan preventive menyeluruh pada tiap minggu, saat tidak melakukan produksi. Terdapat perawatan preventive untuk beberapa komponen mesin yang mengacu pada manual book dari produsen. Dan untuk komponen lainnya dilakukan perawatan corrective jika mengalami kerusakan / kegagalan. Kebijakan perawatan CV. STU yang bersifat reaktif tersebut dapat mengganggu proses produksi briket dan dapat menambah biaya produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan kebijakan perawatan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM). Dalam Tugas Akhir ini dikaji penerapan metode RCM untuk mengoptimalkan perawatan preventive pada mesin produksi briket batubara pada lantai produksi CV. Sinar Teknik Utama. Hasil dari kebijakan RCM terdiri atas empat jenis maintenance task, yang diklasifikasikan berdasarkan waktu perawatan dan cara perawatan untuk tiap failure mode yang diidentifikasi pada mesin. Hasil yang didapatkan adalah, untuk tindakan time directed maintenance diperoleh 15 tasks. Untuk tindakan condition directed maintenance diperoleh 83 tasks. Untuk tindakan perawatan failure finding diperoleh 38 tasks. Dan untuk tindakan run to failure diperoleh 1 tasks. Dengan menerapkan metode RCM ini diharapkan dapat diperoleh kebijakan perawatan yang efektif dan efisien. Selain itu kebijakan perawatan ini diharapkan dapat memperhatikan faktor safety bagi manusia maupun fasilitas.