// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN JASA SALON MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DENGAN ANALISIS GAP (STUDI KASUS PADA SALON MERRY BANDUNG)]]> SONI / 13.2000.217 Penulis 0405097701 - Dwi Kurniawan S.T, M.T. Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Perusahaan jasa salon di kota bandung ini sangat lah banyak, salah satunya adalah Salon Merry yang merupakan objek dari penelitian ini. Sektor jasa salon ini sangatlah banyak pesaingnya karena telah banyak bangunan yang menyebutkan dirinya penyedia jasa salon rambut dan kencatikan, dengan demikian persaingan di sektor ini pastilah sangat tinggi. Untuk mengukur kualitas yang berorientasi pada pelanggan salah satu caranya adalah dengan menerapkan model Servqual yang dikembangkan oleh Parasuraman dengan menggunakan dimensi kualitas pelayanan. Dengan meneliti variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan jasa salon serta menghitung kesenjangan antara jasa yang dirasakan (Persepsi) pelanggan dengan jasa yang diharapkan (ekspektasi) pelanggan. Identifikasi variabel-variabel yang dilakukan dengan menggunakan metode servqual, menghasilkan 40 variabel kualitas pelayanan yang terbagi menjadi 5 dimensi, yaitu tangible, reliability, assurance, responsiveness dan emphaty. Prioritas perbaikan kualitas layanan hanya dilakukan pada variabel yang bernilai negative dan berada dalam range nilai kumulatif 80%, yaitu : Prioritas 1 (V27): Pelayanan cat rambut yang diberikan salon Merry masih belum memenuhi harapan pelanggan dan masih dianggap belum memberikan hasil bagus. Alternatif perbaikan : Pada proses pewarnaan rambut sebaiknya dilakukan proses bleaching sebelum proses pewarnaan, agar warna yang keluar sesuai dengan harapan pelanggan. Prioritas 2 (V28): Pengetahuan karyawan mengenai model rambut tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Alternatif perbaikan : Sesering mungkin mencari informasi mengenai apa-apa saja yang baru, yang menyangkut kedalam dunia persalonan terutama segi model rambut. Dan juga berikan pelatihan atau training para karyawan pada ahlinya. Prioritas 3 (V34) : Keinginan karyawan untuk selalu siap melayani pelanggan tidak sesuai harapan pelanggan. Alternatif perbaikan : Pada tahap awal perlu dikumpulkan data siapa saja karyawan yang tidak melakukan pelayanan dengan baik. Misalnya dengan cara, pada setiap karyawan diberikan nomor ID tertentu. Pada saat pelanggan datang diberikan sebuah kartu dengan nomor tertentu, setelah selesai dilayani pelanggan diminta untuk memasukan kartu tersebut kedalam kotak yang tersedia di kasir sambil melakukan pembayaran (kotak tersebut berisikan sangat puas, puas dan tidak puas). sehingga karyawan yang paling sering masuk kedalam kategori tidak puas, perlu diberi tindakan tegas atau diberikan sangsi. Prioritas 4 (V13): Salon memiliki peralatan untuk creambath yang lengkap masi belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Alternatif perbaikan : Menyediakan alat creambath yang terbaru dan sering mencek kemajuan peralatan persalonan agar tidak ketinggalan. Prioritas 5 (V31) : Keamanan barang-barang bawaan pribadi (cnth: HP,dompet, tas, kendaraan dll) masih belum sesuai dengan harapan pelanggan. Alternatif perbaikan :Sediakan tempat khusus untuk menyimpan barang-barang bawaan pelanggan yang letak atau posisinya mudah di pantau atau pada tempat penyimpanan dijaga oleh seorang karyawan khusus. Prioritas 6 (V33) : Ketersediaan makanan dan minuman selama sedang dilayani belum sesuai dengan harapan pelanggan. Alternatif perbaikan : Sediakan makanan dan minuman ringan untuk pelanggan yang memerlukan pelayanan baik yang membutuhkan waktu pelayanan pendek ataupun yang memerlukan waktu pelayanan yang panjang.