// <![CDATA[USULAN LEVEL FAKTOR PROSES PEMBUATAN UBIN SEMEN UNTUK MENGHASILKAN KUAT LENTUR TERBAIK DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK)]]> ADI PUTRA PRASASTIYO / 13.2004.001 Penulis Hari Adianto, Drs., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Saat ini masyarakat konsumen mulai mencari bahan bangunan yang tidak biasa digunakan dan memiliki kualitas baik. Hal tersebut harus didukung adanya kesesuaian antara harga dan kualitas produk sehingga dapat mencapai kepuasan para konsumennya. Salah satu bahan bangunan yang sedang diminati oleh masyarakat adalah ubin semen. Ubin semen menawarkan keunggulan yang berbeda daripada bahan bangunan lain pada umumnya. Hal ini disebabkan produk ubin semen memiliki kelebihan-kelebihan seperti jenis beranekaragam, ringan, bentuk yang bervariasi serta harga yang relatif murah. Pada kenyataannya, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak Balai Besar Keramik diketahui bahwa produsen ubin semen dalam negeri belum mampu memproduksi ubin semen yang berkualitas dan memenuhi standar. Untuk tetap dapat bertahan dari persaingan, produsen ubin semen harus meningkatkan kualitas produknya. Penelitian yang dilakukan di Balai Besar Keramik ini akan berguna untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kuat lentur ubin semen dan menentukan kombinasi level dari faktor-faktor tersebut yang dapat menghasilkan kualitas kuat lentur yang maksimum, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 0028-1987-A). Penentuan faktor-faktor yang diikutsertakan dalam penelitian ini diperoleh dari diagram pareto dan diagram sebab akibat melalui konsultasi atau wawancara dengan pihak Balai Besar Keramik. Pengolahan data menggunakan Metode Taguchi dilakukan karena Metode Taguchi memperhitungkan adanya noise dan juga mendeteksi keberadaan interaksi antara factor terkendali dan noise. Dari penerapan metode Taguchi diperoleh faktor-faktor dan interaksinya yang berpengaruh secara signifikan terhadap kuat lentur ubin semen. Selanjutnya dengan alat bantu orthogonal array akan dicari kombinasi level faktor beserta usulannya yang dapat menghasilkan perbaikan kualitas kuat lentur ubin semen sekaligus meminimasi variansi kuat lentur tersebut. Pemilihan orthogonal array yang terpilih adalah L18. Hal tersebut dipilih berdasarkan perhitungan DoF dan jumlah faktor dan jumlah level yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kendali utama yang berpengaruh terhadap kuat lentur ubin semen adalah: kadar air pembentukan (Faktor A), kehalusan agragat (Faktor B), dan komposisi bodi ubin (Faktor C). Faktor A terdiri dari 2 level faktor (level 1 = 20% & level 2 = 25%). Sedangkan pada Faktor B dimana pada faktor ini dilakukan tiga proses ayakan hingga mencapai batas kehalusan tertentu (tahap 1 = 2,4mm - 4,8mm, tahap 2 = 1,2mm - 2,4mm, tahap 3 = kurang dari 1,2mm) yang terdiri dari 3 level faktor (level 1 = 20%// 50%// 30%, level 2 = 30%// 50%// 20%, level 3 = 40%// 50%// 10%). Dan terakhir Faktor C digunakan dengan 3 level faktor (level 1 = 1:4, level 2 = 1:5, level 3 = 1:6). Dan untuk faktor tak terkendali (noise) adalah bahan pengotor pada agregat digunakan 2 level faktor (level 1untuk kurang dari sama dengan 5% dan level 2 untuk lebih dari 5%). Dari beberapa tingkat perlakuan atau level faktor yang ada, kemudian dipilih sebagai usulan untuk melakukan percobaan konfirmasi. Setelah dilakukan percobaan konfirmasi terhadap usulan dari tiga masing-masing faktor yang terpilih. Diperoleh kesimpulan bahwa dengan penerapan dari tiga usulan tingkat perlakuan, mampu menghasilkan ubin semen dengan kuat lentur yang lebih besar sekaligus meminimumkan variansi produk yang disebabkan oleh faktor noise. Selain itu diperoleh faktor yang mempunyai kontribusi paling besar terhadap kualitas kuat lentur dalam penelitian ini yaitu faktor komposisi bodi ubin (Faktor C).