// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN DISPLAY, TATA LETAK DAN CARA KERJA PADA STAND KEADAI TEH MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT]]> GILANG GITA HERLAMBANG / 13.2005.061 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Pada saat ini banyak orang yang menyukai sesuatu yang serba simple dan sederhana. Berdasarkan hal tersebut maka perudahaan berencana mengemas teh sebagai minuman ringan. Pada saat ini waktu pelayanan dari stand kedai teh pada saat-saat tertentu sangat lamban karena peletakan peralatan dan bahan-bahan untuk membuat minuman teh membuat penjual tidak nyaman dalam membuat minuman teh. Kondisi display saat ini sangat standar dan hanya berbentuk kotak seperti kedai teh lainnya. Perbaikan dari segi display dan tata letak harus dilakukan, sehingga proses pembuatan minuman teh dapat dilakukan secara efektif, efisien dan nyaman yang berdampak pada waktu pembuatan minuman teh. Perbaikan ini menggunakan Ergonomic Function Deployment (EFD). Ergonomic Function Deployment merupakan ppengembangan dari Quality Function Deployment (QFD) yaitu dengan menambahkan hubungan baru antara keinginan konsumen dan aspek ergonomic dari produk. Proses penentuan atribut dari display stand kedai teh ini didapatkan dari dua responden, penjual dan konsumen.kuesioner yang diberikan kepada konsumen adalah untuk mendapatkan atribut untuk display. .Kuesioner yang diberikan kepada penjual adalah untuk mendapatkan atribut untuk layout dan cara kerja. Penentuan spesifikasi teknik ekonomi gerakan dan display dilakukan untuk menerjemahkan keinginan penjual dan konsumen (bahasa konsumen) menjadi bahasa teknis yang akan mempermudah pengaplikasiannya untuk memperbaiki stand kedai teh. Proses pengembangan konsep dilakukan setelah konsep awal dari stand kedai teh didapatkan melalui EFD. Proses ini dilakukan karena produk yang dikembangkan yaitu stand kedai the terdiri dari beberapa peralatan yang digunakan didalamnya. Sehingga untuk melengkapi proses perbaikan yang akan dilakukan makan dilakukan proses pengembangan terhadap konsep stand kedai teh yang ada. Konsep yang dikembangkan sebanyak dua konsep. Proses seleksi konsep dilakukan untuk membandingkan rancangan konsep A dan konsep B dengan konsep refrensi, sehingga terpilih konsep rancangan stand kedai teh yang paling efisien, efektif dan menarik bagi konsumen. Analisis terhadap rancangan terpilih yaitu konsep B dilakukan untuk mengetahui perubahan apa saja dari segi display maupun layout dibandingkan dengan konsep refrensi. Hal ini dilihat berdasarkan segi perbaikan dari atribut dan spesifikasi teknik yang telah dipilih. Perubahan layout dan cara kerja yang dialami konsep B meliputi kemudahan membuka kotak es, kemudahan menjangkau kotak es, kemudahan menuangkan air, kemudahan mengaduk, kemudahan mengambil tutup gelas plastic, dan kemudahan memasang sedota. Perubahan display yang dialami konsep B adalah keunikan display stand kedai teh, kekhasan warna stand kedai teh, dan kesesuaian gambar display stand kedai teh yang menggambarkan produk.