// <![CDATA[OPTIMISASI PENGGANTIAN PENCEGAHAN KOMPONEN BONIT SEAL PADA MESIN KNEADER YK 75 HD YANG DIOPERASIKAN DENGAN SATU MESIN CADANGAN (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK)]]> RIZA FEBRIANSYAH / 13.2006.051 Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri sepatu. Untuk membuat sebuah sepatu diperlukan tiga tahap dalam proses produksinya, yaitu pembuatan Upper, pembuatan Bottom, kemudian hasil dari kedua tahap ini digabungkan pada tahap Assembling. Berdasarkan keterangan dari pihak maintenance saat ini yang menjadi prioritas perawatan adalah mesin kneader YK 75 HD karena frekuensi kerusakan yang tinggi. Mesin kneader merupakan alat yang digunakan pada proses pencampuran bahan dan penggilingan untuk membuat bahan karet outsole pada proses pembuatan bottom. Perusahaan memiliki dua mesin kneader yang identik, satu mesin kneader dioperasikan, sedangkan mesin lainnya dipergunakan untuk cadangan jika mesin rusak atau terjadi lonjakan permintaan. Kerusakan yang sering terjadi di mesin kneader adalah pada komponen bonit seal yang mengalami keausan dan akan mengakibatkan kebocoran material sehingga menimbulkan kerugian pada perusahaan. Sejumlah output yang seharusnya didapat perusahaan menjadi berkurang. Selain itu keausan komponen bonit seal juga akan berdampak pada kerusakan komponen lain. Sehingga perbaikan yang harus dilakukan adalah melakukan penggantian (replacement) pada komponen bonit seal tersebut. Dalam tugas akhir ini dikaji optimisasi penggantian pencegahan komponen bonit seal pada dua mesin kneader yang merupakan sistem mesin bercadangan. Optimisasi dilakukan dengan menggunakan model penggantian pencegahan pada satu mesin yang memiliki satu mesin cadangan (Puspa, 2005). Data yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan adalah data kerusakan komponen bonit seal pada kedua mesin kneader yang diambil pada periode Januari 2009 sampai dengan Januari 2010 dan data ongkos operasi total yang terdiri dari ongkos operasi, ongkos failure replacement, dan ongkos preventive replacement. Perhitungan dilakukan pada distribusi kerusakan, kemudian optimisasi dihitung dengan menggunakan metode pemrograman dinamis probabilistik. Solusi yang dihasilkan adalah: • Tingkat kerusakan komponen bonit seal pada mesin kneader a memiliki nilai β sebesar 2,641 sedangkan untuk mesin kneader b sebesar 2,483. Komponen bonit seal pada kedua mesin tersebut memiliki nilai parameter bentuk (β) lebih besar dari 2 (β > 2) dimana kategori ini termasuk kedalam increasing failure rate (IFR) yang berarti kerusakan komponen meningkat seiring bertambahnya waktu pemakaian. Dalam konsep bathtub curve kondisi ini termasuk dalam fase wear-out region. • Urutan keputusan yang memberikan ekspektasi total biaya failure replacement dan biaya preventive replacement minimum selama periode perencanaan terbatas. Dari hasil pengolahan data didapatkan jadwal keputusan mengganti (replace) ke mesin cadangan sebanyak 4 kali pada kondisi mesin b sebagai cadangan selama 12 hari pemakaian (2 minggu). Apabila periode pertama adalah hari senin, maka penggantian dilakukan pada hari kamis, dan sabtu minggu pertama kemudian rabu dan jumat minggu ke-2. Sedangkan pada kondisi mesin a sebagai cadangan, keputusan mengganti (replace) dilakukan sebanyak 5 kali. Apabila periode pertama adalah hari senin, maka penggantian dilakukan pada hari rabu, dan jumat minggu pertama kemudian senin, rabu, dan jumat minggu ke-2. Keputusan mengganti (replace) mengikuti pola yang telah dihasilkan untuk setiap 12 hari pemakaian (2 minggu hari kerja).