USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA KRITIS BERDASARKAN METODE ERGONOMIC ASSESSMENT SURVEY (EASY)
CV. Timur Raya Teknik merupakan perusahaan yang memproduksi spare part kendaraan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Terdapat 7 stasiun kerja dengan 7 buah mesin untuk menunjang kegiatan produksi, yaitu 1 mesin bubut (Ms. Turning), 1 mesin las (Ms. Welding), 1 mesin milling, 1 mesin gerinda (Ms. Grinding), dan 3 mesin pon (Ms. Metal Stamping) dengan kekuatan 6 ton, 25 ton, dan 50 ton. Masing-masing mesin ditangani oleh seorang operator. Operator bekerja mengoperasikan mesin, memindahkan benda kerja secara Manual dengan awkward posture (postur tubuh yang canggung) dalam jangka waktu yang lama dan tingkat repetitive (berulang-ulang) yang tinggi. Ketidaknyamanan tersebut bertambah dengan adanya layout yang tidak nyaman, sehingga operator perlu mengeluarkan tenaga yang berlebih dalam bekerja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan yaitu cepatnya terjadi kelelahan otot pada tubuh operator karena dengan kondisi tersebut jumlah energi yang dibutuhkan untuk bekerja menjadi meningkat.
Untuk mengidentifikasi gejala kelelahan otot pada penelitian ini digunakan metode Ergonomic Assessment Survey (EASY), yaitu suatu cara yang dapat digunakan untuk menilai besarnya tingkat kelelahan otot terhadap suatu kegiatan kerja. Langkah pertama adalah menentukan stasiun kerja kritis berdasarkan kuesioner Employee Survey. Setelah mendapatkan stasiun kerja kritis, dilakukan pengumpulan dan pengolahan data menggunakan Ergonomic Assessment Survey (EASY) yang terdiri dari tiga survey, yaitu Base Risk Identification of Ergonomics Factor (BRIEF) Survey, Medical Survey, dan Employee Survey. Hasil akhir dari EASY adalah score yang mengidentifikasikan adanya kelelahan otot di bagian tangan dan pergelangan tangan (kiri dan kanan), siku (kiri dan kanan), bahu (kiri dan kanan), leher, punggung, dan kaki. Selain menilai postur tubuh, metode ini juga menilai besar beban, durasi, dan frekuensi dari postur canggung tersebut. Penilaian dari metode ini ditunjang pula dari keluhan subjektif yang dirasa oleh operator dan data medis yang menyebabkan ketidakhadiran operator akibat gejala kelelahan otot.
Stasiun kerja kritis adalah stasiun kerja pembentukkan dengan menggunakan Ms.Metal Stamping 25 ton. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan Ergonomic Assessment Survey (EASY) diperoleh skor dengan nilai 3 dan 2 untuk tangan dan pergelangan tangan, 1 dan 3 untuk siku, 3 dan 3 untuk bahu, 3 untuk leher, 5 untuk punggung, dan 6 untuk kaki. Skor tertinggi EASY adalah 6 untuk bagian tubuh kaki.
Perbaikan yang dilakukan adalah merancang tempat penyimpanan bahan baku 1, tempat penyimpanan bahan baku 2, dan tempat penyimpanan produk jadi. Adanya rancangan ini dapat mengurangi postur canggung yang dilakukan operator saat bekerja dan mempermudah operator saat bekerja. Selain itu dirancang kursi operator dengan menggunakan pendekatan antropometri yang dapat memberikan kenyamanan, namun tidak menghambat operator saat bekerja. Hasil perbaikan mengakibatkan perubahan skor EASY, yaitu 1 dan 2 untuk tangan dan pergelangan tangan, 1 dan 3 untuk siku, 2 dan 3 untuk bahu, 1 untuk leher, 3 untuk punggung, dan 4 untuk kaki. Skor tertinggi EASY adalah 4 untuk bagian tubuh kaki. Hasil tersebut menunjukkan skor yang lebih kecil, yang artinya hasil rancangan stasiun kerja yang baru dapat memperlambat terjadinya kelelahan otot yang lebih cepat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA KRITIS BERDASARKAN METODE ERGONOMIC ASSESSMENT SURVEY (EASY) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA KRITIS BERDASARKAN METODE ERGONOMIC ASSESSMENT SURVEY (EASY) ().Teknik Industri:FTI,2010.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA KRITIS BERDASARKAN METODE ERGONOMIC ASSESSMENT SURVEY (EASY) ().Teknik Industri:FTI,2010.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA KRITIS BERDASARKAN METODE ERGONOMIC ASSESSMENT SURVEY (EASY) ().Teknik Industri:FTI,2010.Text