// <![CDATA[RANCANGAN RUTE DISTRIBUSI MENGGUNAKAN ALGORITMA CLARKE DAN WRIGHT UNTUK MEMINIMUMKAN JARAK TEMPUH DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA BANDUNG]]> ARISTI NOVIANA / 13-2004-097 Dosen Pembimbing 1 Fifi Herni, ST., MT Martino Luis, ST., MT., Pd.D
Distribusi adalah proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan barang, suku cadang dan barang jadi dari supplier, diantara fasilitas‐fasilitas perusahaan dan kepada para pelanggan. Banyak perusahaan yang memasukkan proses pendistribusian produknya sebagai proses pelayanan terhadap konsumen, sehingga distribusi menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (PT. CCBI) merupakan produsen sekaligus distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Setiap harinya PT. CCBI menghasilkan ribuan botol minuman dalam berbagai jenis dan ukuran yang harus didistribusikan ke depot-depot di setiap kota. Saat ini PT. CCBI mempunyai 10 kendaraan dengan kapasitas 266 krat untuk mendistribusikan produk ke-11 lokasi di Jawa Barat. Lokasi tersebut dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah Barat dan wilayah Timur. Setiap depot mempunyai demand yang berbeda dan harus dipenuhi setiap bulannya. Proses distribusi yang saat ini dilakukan oleh PT. CCBI adalah membuat rute perjalanan hanya untuk pemenuhan demand di satu depot, sehingga untuk mengirim produk ke 11 lokasi kendaraan akan melakukan perjalanan 11 kali. Dengan adanya masalah tersebut maka perlu penanganan khusus untuk menentukan rute distribusi agar proses distribusi berjalan lancar dengan ongkos yang minimum. Masalah tersebut diatas adalah masalah penentuan rute distribusi atau yang dikenal dengan vehicle routing problem (VRP). VRP dapat didefinisikan sebagai suatu cakupan masalah untuk menentukan sejumlah rute untuk sejumlah kendaraan yang berada pada satu atau lebih depot yang harus ditentukan jumlahnya agar tersebar secara geografis dan dapat melayani konsumen yang tersebar. Salah satu model yang dapat digunakan adalah algoritma Clarke dan Wright. Solusi awal Clarke dan Wright, yaitu setiap distributor dilayani secara individu dari pabrik. Rute akan tersusun berdasarkan urutan saving terbesar hingga terkecil. Berdasarkan rute yang terbentuk akan dihitung total jarak, total ongkos dan alokasi jumlah produk yang akan diangkut oleh kendaraan dalam satu kali pengiriman. Rancangan rute yang terbentuk untuk wilayah Barat adalah cjr-skbm-pwk-sbg-cmh-pskj, sedangkan untuk wilayah Timur adalah lsrg-crb-kdp-tsk-grt. Saving ongkos yang dihasilkan dari penerapan algoritma Clarke dan Wright adalah sebesar Rp. 14.526.000,-. Saving jarak yang dihasilkan sebesar 22.596 km.