// <![CDATA[SIMULATOR PENANGANAN PRE-ORDER DAN PENJADWALAN JOB UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM MANUFAKTUR MAKE TO ORDER]]> ADITYO NURCAHYO / 13-2005-042 Penulis 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 2 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu mahasiswa untuk mempelajari sistem manufaktur adalah dengan memberikan metode pembelajaran yang dapat menggambarkan situasi atau keadaan yang sebenarnya. Belajar di sistem manufaktur sesungguhnya memiliki keterbatasan tempat, waktu, dan resiko kegagalan. Alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi keterbatasan tersebut adalah dengan menggunakan simulator sistem manufaktur. Penelitian ini menghasilkan suatu simulator untuk pembelajaran sistem manufaktur make to order khususnya untuk aktivitas penanganan pre-order dan penjadwalan job. Pada sebuah sistem manufaktur, aktivitas penanganan pre-order dan penjadwalan job memiliki keterkaitan. Simulator akan mengeluarkan suatu order yang tersimpan didalam data base secara acak dan ditampilkan pada waktu yang acak pula. Waktu kedatangan order akan ditampilkan berdasarkan distribusi probabilitas yang digunakan, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai studi kasus yang berbeda-beda. User yang berperan sebagai operator pre-order dari perusahaan akan melakukan proses perhitungan estimasi harga dan waktu kirim ketika order muncul. Setelah melakukan perhitungan, user akan mengambil keputusan menerima atau menolak order tersebut dan melakukan negosiasi dengan pelanggan yang disimulasikan secara virtual. Keputusan menerima atau menolak order tersebut dapat mempertimbangkan faktor load pabrik dan kesanggupan dari perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen. Setelah order diterima, user lain yang berperan sebagai scheduler perusahaan akan melakukan proses penjadwalan terhadap order yang telah diterima pada proses pre-order. Pada saat akan melakukan penjdawalan user dapat menggunakan overtime atau tidak. Selain itu, user dapat melakukan penjadwalan dengan metode yang berbeda untuk mendapatkan hasil penjadwalan yang lebih baik. Hasil penjadwalan job pada akhirnya akan menentukan keuntungan yang akan diterima oleh perusahaan akibat biaya produksi dan keterlambatan Pada hasil pengujian yang telah dilakukan, hasil dari penanganan pre-order akan menjadi input dalam melakukan penjadwalan job, dan sebaliknya beban stasiun kerja setelah proses penjadwalan akan menjadi input bagi aktivitas penanganan pre-order. Selain itu, simulator ini dapat menghasilkan keacakan kedatangan yang bervariasi, dapat mensimulasikan reaksi konsumen terhadap keputusan user, dapat menunjukan perbedaan penjadwalan dengan menggunakan overtime dan tidak menggunakan overtime, dan dapat melakukan penjadwalan dengan metode yang berbeda. Indikator performansi yang dihasilkan dari simulasi ini adalah performansi penjadwalan, estimated profit, dan real profit dari selama proses simulasi dilakukan.