// <![CDATA[PENERAPAN METODA SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT CRYSTAL PADA PRODUK SPEEDOMETER (STUDI KASUS PT. PRICOL SURYA)]]> Roppy Iskandar / 13.2005.129 Penulis 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Persaingan yang semakin ketat dalam dunia industri mengharuskan para pelaku industry berlomba untuk meningkatkan kualitas produk baik produk jadi maupun setengah jadi (work in proses). PT. PRICOL SURYA sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi speedometer sepeda motor, melihat banyaknya permintaan pasar dan ketatnya persaingan, sehingga perusahaan harus mempertahankan kualitas dan ketepatan produksinya untuk dapat memenuhi permintaan tersebut. PT. PRICOL SURYA melihat dalam produksi speedometer xc series khususnya pada crystal, cacat yang terjadi di stasiun kerja yang berhubungan dengan crystal sulit untuk dihindarkan dan menurut perusahaan masih dalam frekuensi yang tinggi yaitu hingga 32%. Perusahaan menyadari bahwa cacat tidak dapat dihilangkan akan tetapi dapat diminimasi dalam upaya peningkatan kualitas. Perusahaan menginginkan adanya perbaikan terhadap proses produksi melalui peningkatan kualitas. Selain itu perusahan ingin mengetahui akar masalah penyebab terjadinya cacat produk yang diikuti dengan pengimplementasian tahap perbaikan dan pengendaliannya. Untuk mengetahui dan menganalisis penyebab dari cacat yang terjadi serta dalam usaha meningkatkan kapabilitas proses, maka perusahaan mencoba menerapkan suatu program peningkatan kualitas yang berkesinambungan. Salah satu metode peningkatan kualitas untuk mengatasi permasalahan diatas adalah metode Six Sigma. Tahapan-tahapan dalam Six Sigma mengikuti suatu pola siklus Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Dari pengumpulan data frekuensi dan jenis cacat pada proses pembuatan speedometer xc series didapatkan tujuh stasiun kerja terjadinya cacat kritis yang dilaluinya antara lain : Antifog, Assy crystal and front dial, Shake checking, Illumination Inspection, FG Inspection, Speedo Inspection, Visual Inspection. Berdasarkan penentuan stasiun kerja terjadinya cacat kritis yang dilakukan melalui diskusi dengan pihak perusahaan, pada speedometer xc series khususnya pada crystal terdapat beberapa jenis cacat antara lain : silver, scrath, foreign material, dirty dan dot. Dengan mengunakan diagram pareto didapatkan crystal scrath merupakan kontributor terbesar sehingga perbaikan dilakukan terhadap penyebab-penyebab crystal scrath untuk meminimasi jumlah cacat tersebut sehingga bisa menaikan nilai sigma dan menurunkan nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities). Perbandingan hasil yang dicapai antara sebelum implementasi, target yang mungkin dapat dicapai maupun hasil setelah implementasi dengan menggunakan metode peningkatan kualitas six sigma yang dinyatakan dalam Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan sigma level, sigma level yang didapat sebelum implementasi selama bulan April 2010 berada pada tingkat sigma proses 3.39 sigma dengan DPMO proses 29.091, target 6 bulan yang akan dating dari proses perbaikan yang mungkin dapat dicapai adalah untuk menaikan nilai sigma dari 3,39 menjadi 3,5 sigma sehingga DPMO 22750. Setelah dilakukan perbaikan didapat sigma level proses 3,66 dengan nilai DPMO 15.313.