// <![CDATA[ANALISIS KETIDAKHANDALAN PEKERJAAN PERBAIKAN DAN PERAWATAN (MAINTENANCE) SARANA KERETA API MENGGUNAKAN METODE HUMAN ERROR ASSESSMENT AND REDUCTION TECHNIQUE (HEART) (STUDI KASUS DI PT. KERETA API INDONESIA (KAI))]]> LAUDITTA IRIANTI / 13.2006.024 Penulis 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan suatu perusahaan yang memiliki wewenang dalam mengelola jasa transportasi kereta api di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini banyak kecelakaan kereta api yang terjadi, seperti anjlok, tabrakan antar kereta, tabrakan kereta dengan kendaraan umum dan lainnya (seperti terbakar atau meluncur). Menurut laporan Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, dari tahun 2004 hingga tahun 2008 telah terjadi kecelakaan kereta api sebanyak 578 kali dan dari laporan tersebut diperoleh bahwa faktor sumber daya manusia (SDM) selaku operator memiliki kontribusi terbesar dalam menyebabkan kecelakaan kereta api, yaitu sebesar 35 %. Banyaknya kecelakaan kereta api yang terjadi menimbulkan kerugian baik dari pihak PT.KAI maupun dari pihak masyarakat. Kecelakaan kereta api menimbulkan kerugian biaya bagi pihak PT.KAI, sedangkan bagi masyarakat menimbulkan korban jiwa serta image negatif terhadap manajemen PT.KAI. Faktor manusia merupakan penyebab terbesar dalam kecelakaan kereta api. Kegagalan manusia dalam melaksanakan pekerjaannya disebut dengan human error. Human error dapat disebabkan oleh faktor internal (dalam diri operator) dan juga faktor eksternal (dari luar operator). Human error menunjukkan ketidakhandalan manusia dalam melaksanakan pekerjannya. Pada kereta api, terdapat banyak operator yang berkontribusi dalam kelancaran perjalanan kereta api, salah satunya adalah operator maintenance sarana (kereta dan lokomotif). Oleh karena itu dalam meminimisasi kecelakaan kereta api berdasarkan human error, dilakukanlah penelitian terhadap nilai ketidakhandalan operator maintenance sarana. Metoda Human Error Assessment and Reduction Tehnique HEART merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk menganalisis tingkat human error yang terjadi, dapat juga dikatakan tingkat ketidakhandalan operator dalam menyelesaikan pekerjaannya. Metoda HEART merupakan metoda yang sangat membutuhkan pandangan para ahli. Perhitungan pada metoda ini membutuhkan bantuan dan hasil konfirmasi dengan para ahli, yaitu pihak PT.KAI. Hasil perhitungan metoda HEART merupakan nilai ketidakhandalan atau Human Error Probability (HEP) operator masing-masing maintenance sarana, yaitu kereta dan lokomotif. Nilai HEP operator maintenance kereta cukup besar yaitu 0,556 sedangkan nilai HEP operator maintenance lokomotif cukup kecil yaitu 0,279. Meskipun nilai HEP maintenance lokomotif kecil, tetap saja dilakukan analisis penyebab untuk lebih meminimisasi lagi human error yang terjadi. Nilai HEP yang diperoleh pada pengolahan data akan dijadikan suatu dasar dalam menganalisis penyebab. Proses analisis dilakukan pertama kali dengan mencari kondisi actual penyebab kecelakaan di lapangan dengan kontribusi terbesar pada masing-masing maintenance, dan diperoleh bahwa kondisi aktual dengan kontribusi terbesar pada kedua maintenance adalah sama yaitu pemeriksaan dan perbaikan pada rangka bawah kurang optimal. Setelah itu analisis dilanjutkan dengan membuat diagram fishbone untuk mengetahui penyebab terjadinya kondisi aktual kontribusi terbesar tersebut, dengan melihat dari 4 (empat) faktor yaitu manusia, mesin, tugas dan lingkungan. Hasil diagram fishbone dilanjutkan dengan membuat influence diagram yang bertujuan untuk mengetahui akar penyebab yang paling utama. Terdapat 5 (lima) akar penyebab utama yaitu kelalaian operator, operator lelah, ketenagakerjaan, umur alat dan mesin telah lama dan prosedur yang kurang dapat dipahami. Rekomendasi diperoleh dengan melihat dari kelima akar penyebab tersebut yaitu evaluasi tenaga kerja lebih dari sekali dalam setahun, pembagian jadwal tenaga kerja, peningkatan pengawasan, penggunaan kartu riwayat mesin dan penerapan gambar pada prosedur.