// <![CDATA[MODEL SISTEM PERSEDIAAN DUA ESELON DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INTERAKSI ANTAR FASILITAS]]> ALIF ULFA AFIFAH / 13.2006.025 Penulis 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Pemenuhan permintaan agar dapat sampai ke tangan konsumen memerlukan suatu proses distribusi yang cukup panjang. Proses pengalokasian baik untuk bahan baku maupun produk jadi dengan melalui proses yang panjang tersebut dapat dibagi dalam beberapa tahap distribusi yang dikenal dengan distribusi multi eselon. Permasalahan distribusi multi eselon berhubungan dengan sejumlah fasilitas yang mengalokasikan produk dari fasilitas single server menjadi beberapa fasilitas di eselon warehouse atau supplier hingga ke fasilitas single end. Sejumlah fasilitas pengalokasian tersebut dapat dibagi dalam dua eselon atau lebih. Setiap fasilitas di masing-masing eselon mempunyai karakteristik yang dapat sama atau berbeda dipengaruhi oleh tipe permintaan yang terjadi di fasilitas tersebut. Dapat terjadi di eselon yang sama, suatu fasilitas terjadi kekurangan persediaan sedangkan di fasilitas yang lainnya terjadi kelebihan persediaan. Interaksi di antara fasilitas yang kekurangan dan kelebihan persediaan tersebut dapat terjadi dengan mengadakan pengiriman persediaan dari yang berlebih kepada fasilitas yang kekurangan, tanpa meminta pengiriman dari fasilitas di eselon di atasnya. Masing-masing fasilitas sendiri mempunyai permintaan yang dapat sama atau bervariasi dalam setiap perioda waktunya. Fasilitas dengan eselon yang di bawah akan meminta distribusi produk pada fasilitas di eselon atasnya. Model system persediaan dua eselon ini merupakan model yang memiliki satu buah depot pada Eselon 1 dan 2 buah base pada Eselon 2. Setiap fasilitas di masing-masing eselon mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dipengaruhi oleh tipe permintaan yang terjadi di fasilitas tersebut. Interaksi tersebut dapat berupa permintaan pada fasilitas yang lain bila di fasilitas yang bersangkutan terjadi kekurangan atau sebaliknya dapa tmengirimkan produk ke fasilitas yang kekurangan persediaan. Masing-masing fasilitas sendiri mempunyai permintaan yang dapat sama atau bervariasi dalam setiap perioda waktunya. Tujuan dari model ini adalah untuk menghasilkan model matematis untuk meminimasi total ongkos dengan memperhitungkan interaksi antar fasilitas.