// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM KESELAMATAN KERJA BERDASARKAN METODE SWIFT (THE STRUCTURED WHAT - IF ANALYSIS)]]> Ir. Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 2 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Mochamad Gilang Ginandjar/132006040 Penulis
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan factor penting agar tercapai kualitas sebuah produk yang baik dan tercapainya keselamatan kerja di tempat kerja yang terjamin sehingga kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan. Penerapan SMK3 yang tersertifikasi oleh suatu standar internasional dapat berpengaruh pada harga dari suatu produk tersebut,. Perusahaan yang sudah menerapkan SMK3 yang sudah tersertifikasi yang menjadikan harga produk pun semakin tinggi. PT.PINDAD telah melakukan proses sertifikasi terhadap sistem manajemen keselamatan dan keselamatan kerja yang sudah diterapkan, tetapi belum mendapatkan sertifikasi dengan alasan metode identifikasi bahaya yang digunakan oleh PT.PINDAD belum cukup baik. Metode identifikasi bahaya yang digunakan PT.PINDAD hanya berdasarkan aktivitas operator tanpa mempertimbangkan dari faktor-faktor lain, sehingga metode identifikasi bahaya yang digunakan dapat dikatakan belum cukup baik. Oleh karena itu pada penelitian ini metode yang digunakan dalam mengidentifikasi bahaya adalah metode SWIFT (The Structured What-If Analysis), karena dengan menggunakan Metode SWIFT faktor-faktor yang dianalisis sudah mencakup pada faktor-faktor yang diharapkan oleh pihak yang berwenang melakukan sertifikasi dalam mengidentifikasi bahaya. Langkah-langkah yang harus dilakukan pada Metode SWIFT dimulai dengan menentukan sistem yang akan diamati, mendiskusikan bahaya yang mungkin terjadi berdasarkan daftar paduan bahaya yang terdiri dari beban postur tubuh, manual handling, kebisingan, kesalahan operator, faktor eksternal, material, utility, peralatan, mesin, zat kimia, instalasi listrik, serta energi gravitasi, dan yang terakhir membuat laporan kerja SWIFT. Pada laporan kerja SWIFT terdapat bahaya yang mungkin terjadi, penyebab bahaya terjadi, akibat jika bahaya terjadi, dan penilaian risiko. Berdasarkan laporan kerja SWIFT yang dibuat di setiap stasiun kerja menghasilkan bahaya yang mendapatkan tingkat risiko prioritas utama. Pada setiap stasiun kerja, bahaya yang menjadi prioritas utama adalah zat kimia, beban postur tubuh, dan lingkungan kerja yang kurang baik. Berdasarkan tingkat risiko tersebut maka dihasilkan rekomendasi dalam bentuk penggantian metode kerja, pengadaan fasilitas keamanan keselamatan kerja, dan pengendalian administratif dalam bentuk display peringatan serta pengadaan pelatihan operator. Selain itu karena aplikasi dari metode SWIFT cukup rumit, maka disediakan prosedur pengaplikasian dari metode SWIFT.