// <![CDATA[KEHANDALAN PEKERJAAN PENGENDALIAN OPERASIONAL PADA KERETA API BERDASARKAN METODA HUMAN ERROR ASSESSMENT AND REDUCTION TECHNIQUE (HEART)]]> BOBBY RYANDI AGUSTA / 13.2006.044 Penulis 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Dalam pekerjaan pengendalian operasional, pekerjaan PPKA (Pemimpin Perjalanan Kereta Api) mempunyai nilai kehandalan sebesar 78,9% sedangkan pekerjaan PK (Pusat Kendali) mempunyai nilai kehandalan sebesar 81,2%. Meskipun persentase tersebut cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi nilai kehandalannya agar dapat meminimisasi kecelakaan yang terjadi. Dalam pekerjaan PPKA, kondisi aktual yang memiliki kontribusi besar pada terjadinya kecelakaan yaitu pemeriksaan kondisi gangguan wesel yang dilakukan PPKA hanya dilakukan melalui pengamatan visual dengan kontribusi sebesar 14,751%. Sedangkan pada pekerjaan PK, kondisi aktual yang memiliki kontribusi besar pada terjadinya kecelakaan yaitu tidak adanya komunikasi antara PK dengan masinis dengan kontribusi sebesar 36%. sebagai berikut: a. Alat komunikasi rusak. b. Kurangnya penjelasan mengenai prosedur komunikasi. c. Tidak adanya alat pemeriksa khusus wesel. rekomendasi yang perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada pekerjaan pengendalian operasional adalah sebagai berikut: a. Melakukan pemeriksaan peralatan setiap harian secara menyeluruh dan sempurna. b. Mengkaji ulang penggunaan alat komunikasi dan Menyarankan untuk meningkatkan performansi (kinerja) sistem komunikasi di Divisi Jabotabek mengingat tingginya frekwensi perjalanan KA dan perlu dibuat prosedur percakapan baku agar komunikasi lebih tertib dan jelas. c. Melengkapi stasiun-stasiun dengan perangkat darurat penanganan gangguan pada wesel; antara lain tongklem (penjepit wesel) sehingga apabila terjadi gangguan wesel, PPKA dapat mempergunakan perangkat yang tepat (bukan mengganjal dengan batu atau bahan-bahan lain yang tidak sesuai) untuk memastikan perjalanan KA yang aman.