// <![CDATA[MODEL KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN MIXED MODEL MENGGUNAKAN ALGORITMA GUIDED GREEDY RANDOMIZED ADAPTIVE SEARCH PROCEDURES DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA]]> PUJI PURWANING RAHAYU / 13.2006.086 Penulis Ir., Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 1 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 2
Penelitian ini membahas model keseimbangan lintasan perakitan mixed model menggunakan algoritma guided greedy randomized adaptive search procedures (Guided GRASP). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah meminimisasi jumlah stasiun kerja. Keseimbangan lintasan perakitan mixed model adalah model lintasan perakitan tunggal yang merakit lebih dari satu produk sejenis atau memiliki karakteristik yang sama. Mahalnyabiaya pembangunan dan pemeliharaan sebuah lintasan perakitan, menyebabkan industry merancang lintasan perakitan yang menghasilkan produk dengan berbagai variasi produk. Lintasan perakitan mixed model dapat dijumpai pada industri otomotif yang sebagian besar variasi produknya memiliki sejumlah fitur yang berbeda seperti ukuran, warna, bahan, atau peralatan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah keseimbangan lintasan perakitan adalah algoritma Guided GRASP. Guided GRASP merupakan pendekatan metaheuristik yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap inisial solusi dan local search. Tahap I adalah tahap pembentukan solusi inisial yang dibentuk melalui restricted candidate list (RCL). RCL disusun menggunakan suatu fungsi greedy berbasis penambahan waktu operasi dari setiap elemen kerja yang akan ditempatkan dan suatu threshold parameter α. Pada penelitian ini, nilai α dibangkitkan secara random dari U[0.5,1] dengan step size 0.1. Satu per satu elemen kerja pada RCL dipilih secara guided dengan pemilihan delta idle time terkecil sampai solusi inisial terbentuk secara lengkap. Tahap 2 bertujuan untuk mengurangi jumlah stasiun kerja sehingga efisiensi lintasan yang dihasilkan besar. Pada Tahap 2, dilakukan pengeksplorasian solusi dengan cara menukar elemen kerja (exchange) dan menambahkan elemen kerja di stasiun kerja lain (insert) dengan tetap tidak melebihi waktu siklus dan tidak melanggar precedence relations. Performansi usulan akan diujikan dengan menggunakan dua skenario. Skenario 1 yang digunakan untuk menguji cara kerja dari model usulan adalah data Bedworth dan Bailey (1982). Sedangkan Skenario 2 yang digunakan untuk menguji keandalan dari model usulan adalah set data Thomopoulos (1970) dan Su dan Lu (2007). Hasil pengujian kedua skenario menunjukkan bahwa model usulan dapat memberikan solusi yang sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan.