// <![CDATA[PENENTUAN RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN METODE OPTIMISASI SIMULASI (STUDI KASUS RUTE TRUK PENGANGKUTAN SAMPAH DI BANDUNG UTARA)]]> RUSDI RIZAL / 13.2006.095 Penulis 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 2 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Permasalahan dalam manajemen sampah merupakan permasalahan yang mempunyai kompleksitas tinggi. Salah satu subsistem yang cukup berpengaruh dalam manajemen sampah yaitu sistem pengangkutan sampah. Laju timbulan sampah yang berbeda-beda dan fluktuatif menuntut pelayanan pengangkutan yang tepat waktu sehingga tidak terjadi keterlambatan ataupun sampah yang tidak terangkut diakibatkan oleh kekurangan armada atau pengaturan armada saat ini yang belum optimal. Masalah yang kompleks ini dapat dianalisis dengan model simulasi. Namun solusi yang dihasilkan dari model simulasi belum menghasilkan solusi terbaik (optimal). Untuk memperoleh solusi terbaik (optimal) maka digunakanlah metode gabungan antara optimisasi dan simulasi (simulation optimization). Pengembangan model simulasi yang dilakukan dalam penelitian ini dikhususkan untuk rute pengangkutan sampah tipe kontainer di Bandung Utara dengan 1 buah depot, 1 buah TPA dan 31 lokasi TPS. Pengembangan model didasarkan pada pola pengosongan kontainer cara 3 (SK SNI T-13-1990), dimana truk LH yang berangkat dari depot sudah membawa container kosong menuju lokasi TPS untuk ditukar dengan kontainer yang telah terisi sampah. Setelah melalui tahapan pengembangan simulasi, dilakukan pengembangan model optimisasi yang akan digunakan dalam perangkat lunak OptQuest. Pada tahap ini dibuat formulasi matematis dengan tujuan minimisasi total waktu kendaraan dalam melakukan pengangkutan. Adapun yang menjadi pembatas dalam formulasi ini adalah frekuensi pengangkutan (harian dan mingguan) dan total waktu pengangkutan tiap kendaraan setiap hari. Formulasi ini kemudian diimplementasikan dalam OptQuest untuk dijalankan dalam berbagai skenario sehingga diperoleh waktu yang minimum. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa total waktu tempuh seluruh kendaraan yang diperoleh melalui OptQuest menghasilkan total waktu yang optimum (1316,6 jam/bulan) dibandingkan dengan total waktu pengangkutan saat ini (1940,8 jam/bulan). Rute jadwal yang dihasilkan dari OptQuest dapat dilaksanakan dengan menambah jumlah kontainer sesuai dengan jumlah kendaraan operasional. Selain itu, frekuensi maksimum pengangkutan setiap harinya di tiap TPS hanya sebanyak tiga kali, dibandingkan dengan frekuensi pengangkutan saat ini yang masih terdapat empat kali pengangkutan setiap harinya.