// <![CDATA[MODEL KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN MIXED-MODEL MENGGUNAKAN ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA]]> LAORA YOHANA / 13.2006.111 Penulis Ir. Alex Saleh, M.T. Dosen Pembimbing 2 0418037001 - Arif Imran S.Si., M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing 1
Penelitian ini membahas mengenai model keseimbangan lintasan perakitan mixed model menggunakan algoritma variable neighborhood descent. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah minimisasi jumlah stasiun kerja. Keseimbangan lintasan perakitan mixedmodel adalah suatu lintas perakitan yang menghasilkan beberapa variasi (versi) dari suatu produk dasar yang dirakit pada satu lintasan yang sama. Perbedaan dari setiap variasi ini dapat berdasarkan ukuran, warna, penggunaan material atau peralatan. Metode yang digunakan untuk membangun algoritma dalam menyelesaikan masalah keseimbangan lintasan perakitan adalah algoritma variable neighborhood descent (VND). VND merupakan salah satu metode metaheuristik yang digunakan untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan optimal kombinatorial (NP-hard). Algoritma VND ini memanfaatkan perubahan struktur yang terjadi dalam neighborhood. Hal ini berguna untuk melakukan pencarian solusi ketika pencarian solusi terjebak dalam local optimum. Algoritma VND melakukan perubahan neighborhood secara deterministik sehingga dapat mencapai global optimum. Algoritma tersusun dalam 2 tahapan yaitu tahap pembentukan solusi inisial dan tahap local search. Tahap pertama adalah tahap pembentukan solusi inisial dengan menggunakan algoritma J-Wagoon. Tahap kedua adalah tahap local search, pada tahap ini dilakukan pencarian solusi dengan menggunakan perubahan struktur dari neighborhood yang dibentuk dari solusi inisial. Tujuannya adalah untuk mendapatkan solusi yang lebih baik dari tahap sebelumnya. Performansi model usulan ini diuji dengan menggunakan dua skenario, yaitu Skenario 1 dan Skenario 2. Skenario 1 digunakan untuk menguji cara kerja model dengan menggunakan set data yang didapat dari literatur. Skenario 2 digunakan untuk menguji keandalan dari model usulan dengan menggunakan set data dari literatur. Hasil yang didapatkan dari kedua skenario ini menunjukkan bahwa model usulan dapat memberikan solusi yang sama dengan penelitianpenelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan.