TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA MOTOR USIA MUDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)
Sepeda motor menempati urutan pertama jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kota
Bandung. Sebagian besar pengendaranya adalah pengendara berusia antara 16-25 tahun, mereka
dianggap masih memiliki tingkat kewaspadaan yang kurang.
Pengukuran tingkat kewaspadaan salah satunya dengan menggunakan probe technique yaitu
dengan metode Quantitative Analysis Of Situational Awareness (QUASA). QUASA diterapkan untuk
mengukur tingkat kewaspadaan pengendara motor usia muda di kota Bandung dengan 100 responden
yang diminta untuk memberikan penilaian terhadap 25 pernyataan. Pernyataan yang diajukan adalah
seputar perilaku berkendara yang berisiko ( berdasarkan Driver Manchester Behaviour Questionaire)
dan karakteristik individu (berdasarkan Wong, et al (2010)). Responden adalah warga kota Bandung
yang berusia antara 18-25 tahun yang telah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan aktif
menggunakan sepeda motor minimal sselama satu tahun.
Data yang diperoleh kemudian dikalibrasi tingkat kewaspadaan yang dimiliki oleh
pengendara motor usia muda di kota Bandung dengan membandingkan perceived accuracy dan actual
accuracy. Hasil kalibrasi sitational awareness pengendara motor usia muda di kota Bandung terletak
pada overconfident area. Hal tersebut berarti bahwa pengendara motor usia muda cenderung
berkendara dengan cara yang membahayakan dirinya dan pengguna jalan lainnya karena merasa
tingkat kewaspadaannya sudah baik sedangkan pada kenyataannya mereka cenderung tidak waspada
saat berkendara.
Hasil kalibrasi situational awareness tersebut kemudian di analisis dengan mengggunakan
Signal Detection Theory (SDT). Pada Receiver-Operating Characteristic Curve dapat dilihat bahwa
pengendara motor usia muda di kota Bandung cenderung dapat menilai suatu pernyataan dengan
tepat. Hal tersebut didukung dengan hasil sensitivitas dan bias yang dimiliki pengendara motor usia
muda di kota Bandung cukub baik. Artinya, pengendara motor usia muda di kota Bandung dapat
membedakan antara sinyal dan gangguan serta dapat menghadapi rangsangan yang bersifat
meragukan. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa tingkat kewaspadaan
pengendara motor usia muda di kota Bandung kurang baik. Hasil jawaban kuesioner menunjukan
pengendara motor usia muda di kota Bandung cenderung suka mencari sensasi saat berkendara. Hal
ini disebabkan karena pengendara motor merasa memiliki harga diri yang tinggi. Rekomendasi
ditujukan kepada Satuan Lalu Lintas Kepolisian Kota Bandung, Dinas Perhubungan kota Bandung,
Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, keluarga dan orang tua serta masyarakan transportasi
Indonesia agar bekerja sama untuk mengurangi tingkat kecelakaan pengendara sepeda motor usia
muda di kota Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA MOTOR USIA MUDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA MOTOR USIA MUDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA MOTOR USIA MUDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA MOTOR USIA MUDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text