BANDUNG BUSINESS HOTEL
Bandung heurin ku (sesak oleh) tangtung. Istilah ini mungkin akan semakin menjadi
ketika Pemkot Bandung mewujudkan rencananya membangun 22 hotel baru. Selain heurin ku
(sesak oleh) fisik bangunan hotel, mulai tahun 2010 Bandung juga akan semakin heurin ku
para wisatawan.
Bagaimana tidak, wisatawan yang sebelumnya berkunjung ke Bandung tanpa menginap,
akan digoda untuk menghabiskan malam di kota kembang dengan harga kamar hotel yang
kompetitif. Disatu sisi, ini merupakan potensi untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah)
kota Bandung, di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan dampak lingkungan dari rencana
ini.
Bandung merupakan kota besar ketiga di Indonesia yang telah mengalami perkembangan
yang pesat disegala bidang. Kota Bandung dengan potensi geologis, industri dan
pariwisatanya, banyak mengundang para investor bisnis pariwisata dan perhotelan untuk
menanamkan asetnya di kota ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan pesatnya pertumbuhan
bisnis dibidang perhotelan yaitu dengan munculnya hotel-hotel baru baik dengan kategori
hotel melati sampai dengan kategori hotel bebintang lima yang memilki jaringan internasional.
Dengan munculnya banyak usahawan yang bergerak dibidang perhotelan,
menimbulkan persaingan perhotelan di Bandung. Dengan ketatnya persaingan dibidang
perhotelan, sehingga diperlukan suatu faktor pendukung yang dapat menampilkan nilai
tambah komersial secara umum. Salah satu faktor tersebut adalah penampilan fisik
arsitektural bangunan.
Dilihat dari kelebihan-kelebihan itu maka keberadaan hotel di Kota Bandung sangatlah
penting untuk memenuhi kebutuhan akan sarana peginapan. Karena Kota Bandung merupakan
salah satu kota di Indonesia yang tumbuh dari sektor bisnis dan pariwisata, sehingga akan
banyak dikunjungi oleh para pendatang.
Objek wisata yang ada di dalam Kota Bandung adalah pusat perbelanjaan, galeri,
museum, taman budaya, tempat-tempat bersejarah dan lain-lain. Sedangkan di luar Kota
Bandung seperti Bandung Utara adalah Cisarua, Ciater, Cihideung, Tangkuban Perahu,
Maribaya, Lembang dan Dago, sedangkan Bandung Selatan seperti Ciwidey dan Pangalengan.
Semua tempat wisata tersebut tentunya akan menjadi nilai tambah terhadap pengelola hotel
untuk menarik pengunjung atau tamu, termasuk hotel di Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).BANDUNG BUSINESS HOTEL ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.BANDUNG BUSINESS HOTEL ().Arsitektur:FTSP,2010.Text
MLA Style
.BANDUNG BUSINESS HOTEL ().Arsitektur:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.BANDUNG BUSINESS HOTEL ().Arsitektur:FTSP,2010.Text